BACA JUGA:7 Bahan Skincare Berbahaya yang Harus Dihindari Ibu Hamil demi Kesehatan Janin
5. Analisis Kulit Berbasis AI
Personalisasi perawatan mencapai level baru. Yakni dengan hadirnya teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Pada 2026, pemindaian kulit digital, pencitraan 3D, hingga pemetaan hidrasi menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan klinis.
Dr Talwar menyebut masa depan skincare terletak pada solusi personal yang berbasis sains dan bekerja selaras dengan “kecerdasan alami” kulit. Bukan memaksanya berubah.
Dengan pendekatan yang lebih matang, terukur, dan berorientasi jangka panjang, tahun 2026 diprediksi akan menjadi era ketika kesehatan kulit benar-benar menjadi pusat perhatian. (*)