BACA JUGA:F1 2026: Unit Daya Mercedes Jadi Sorotan, Tapi Ancaman Datang dari McLaren
Menjelang musim 2026, ketika regulasi baru akan secara drastis mengubah lanskap Formula 1, peran simulator menjadi semakin vital.
“Pada tahun 2026, simulator akan sangat penting bagi kami untuk tetap kompetitif melawan para rival. Ini adalah tonggak sejarah bagi tim,” tegas Komatsu.
Sejak jalinan kemitraan dengan Toyota Gazoo Racing pada Oktober 2024, Haas F1 mengalami peningkatan signifikan dalam sumber daya dan keahlian teknis.
Dengan Toyota yang akan menjadi sponsor utama Haas F1 mulai Januari 2026, kolaborasi ini diproyeksikan menghadirkan manfaat besar bagi kedua belah pihak.
Ayao Komatsu, sepertinya menekankan bahwa kerjasama ini memiliki nilai strategi dalam jangka panjang.
"Tujuan dari kolaborasi ini adalah pengembangan sumber daya manusia. Formula 1 menyediakan lingkungan yang sangat kompetitif untuk melatih individu-individu yang pada akhirnya dapat menjadi pemimpin di Toyota Motor Corporation," ungkapnya.
Sejak debutnya di Formula 1 pada tahun 2016, taruhannya belum pernah mencapai ini bagi Haas F1. Kini, saat tim milik pengusaha Amerika Serikat, Gene Haas, bersiap menatap masa depan, para penggemar dan analis memenuhi rasa penasaran sekaligus harapan.
Pengenalan simulator internal menandai momen penting dalam sejarah Haas F1—sebuah langkah yang berpotensi mendefinisikan ulang arah perjalanan mereka di dunia Formula 1 yang penuh adrenalin.
Seiring hitung mundur menuju musim 2026 dimulai, sorotan mata akan tertuju pada Haas F1. Dengan peluncuran simulator canggih ini, Haas berharap menemukan kunci untuk membuka potensi penuh mereka dan mengejutkan tatanan tim mapan Formula 1.
Apakah Haas F1 siap menjadi penantang serius di era baru Jet Darat? Waktunya akan menjawab.(*)