Rutinitas Harian yang Bisa Dilatih Sejak Sekarang untuk Persiapan Ramadan 2026

Rabu 21-01-2026,15:00 WIB
Reporter : Salwa Igusta Azzhro*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Perbanyak konsumsi air putih, buah, dan sayuran. Pola makan yang lebih seimbang akan menjaga stamina, mencegah dehidrasi, dan membuat tubuh tidak mudah drop saat beraktivitas di siang hari.

Persiapan Ramadan juga menyentuh aspek ibadah. Tidak sedikit yang baru meningkatkan ibadah ketika puasa sudah berjalan.


Ramadan adalah madrasah yang membentuk pribadi bertakwa dan lebih dekat dengan Allah.-Bilal Furkan Koşar-Pexels

BACA JUGA:Menggabungkan Niat Puasa Enam Hari Syawal dengan Qadha Puasa Ramadan: Bolehkah?

BACA JUGA:Apakah Ramadan Benar-Benar Meninggalkan Kita?

Membiasakan diri sejak sekarang justru membuat ibadah terasa lebih ringan. Membaca Al-Qur'an secara rutin, menambah salat sunnah, atau memperbanyak zikir bisa dilakukan perlahan.

Konsistensi menjadi kunci. Tidak perlu langsung menargetkan jumlah yang besar. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan agar saat Ramadan tiba, ibadah tidak lagi terasa berat atau sekadar formalitas.

Ramadan identik dengan pengendalian diri. Maka, mengurangi aktivitas yang kurang produktif bisa mulai dipraktikkan sejak sekarang.

Membatasi waktu bermain gawai, mengurangi begadang tanpa tujuan, serta menata ulang prioritas harian. Itu akan sangat membantu menjaga fokus selama puasa.

BACA JUGA:Membayar Utang Puasa Ramadan di Bulan Syawal, Sempurnakan Ibadah dengan Keutamaan Ganda

BACA JUGA:Ramadan: Bebas dari Keserakahan

Tak kalah penting, kesiapan mental dan emosional juga perlu diperhatikan. Puasa bukan hanya soal fisik. Tetapi juga tentang kesabaran dan pengelolaan emosi.


Latih diri untuk memperkuat ibadah menyambut Ramadan. --iStock

Latih diri untuk lebih tenang, tidak mudah terpancing, serta memperbaiki niat dalam beraktivitas. Hal tersebut merupakan bagian dari esensi Ramadan itu sendiri.

Bagi sebagian orang, persiapan Ramadan juga menjadi momentum refleksi. Menata ulang tujuan hidup, memperbaiki hubungan sosial, serta meningkatkan empati terhadap sesama.

Dengan membangun rutinitas sejak dini, bulan suci bisa disambut dengan kesiapan yang lebih matang. Baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Kategori :