Secara performa, Arsenal memang masih meraih hasil positif, namun beberapa laga terakhir menunjukkan tanda-tanda penurunan, termasuk hasil imbang tanpa gol.
Arteta dituntut menemukan keseimbangan antara menjaga performa dan mengelola kebugaran pemain.
Rekam Jejak Inter vs Arsenal
Udinese vs Inter Milan 0-1, gol Lautaro Martinez buat Nerazzurri nyaman di pucuk. Foto: Para pemain Inter merayakan gol Lautaro dengan para penggemar di Friuli, 17 Januari 2026.-Timothy Rogers-Getty Images via AFP
Berikut catatan head-to-head kedua tim sepanjang sejarah:
Inter Milan: 2 kemenangan
Arsenal: 1 kemenangan
Hasil imbang: 0
5 Laga Terakhir (Semua Kompetisi)
Inter:
- Udinese 0 - 1 Inter - 17/01/2026
- Inter 1 - 0 Lecce - 15/01/2026
- Inter 2 - 2 Napoli - 12/01/2026
- Parma 0 - 2 Inter - 08/01/2026
- Inter 3 - 1 Bologna - 05/01/2026
Arsenal:
- Nottingham Forest 0 - 0 Arsenal - 18/01/2026
- Chelsea 2 - 3 Arsenal 15/01/2026
- Portsmouth 1 - 4 Arsenal - 11/01/2026
- Arsenal 0 - 0 Liverpool - 09/01/2026
- Bournemouth 2 - 3 Arsenal - 04/01/2026
BACA JUGA:Arsenal Berpeluang Raih Quadruple, Sejarah Tidak Mendukung
BACA JUGA:Pukulan untuk Inter Milan, Hakan Calhanoglu Absen Lawan Arsenal dan Borussia Dortmund
Prediksi Skor dan Jalannya Pertandingan
Selebrasi penyerang muda Inter Milan, Francesco Pio Esposito, usai mencetak gol penentu kemenangan dalam laga kontra US Lecce. Kamis, 15 Januari 2026.--Instagram @inter
Kunjungan terakhir Mikel Arteta ke San Siro menjadi kenangan pahit. Saat masih menjadi pemain Arsenal, timnya dibantai 4-0 oleh AC Milan, laga yang bahkan disebut Arsène Wenger sebagai “malam terburuk Arsenal di Eropa.”
Meski konteksnya berbeda, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa laga di Italia tidak pernah mudah.
Inter versi Cristian Chivu memang tidak segarang tim asuhan Simone Inzaghi yang sempat dua kali mencapai final Liga Champions dalam tiga musim.
Namun mereka tetap berbahaya, terutama jika mampu mencegah Arsenal mencetak gol lebih dulu, khususnya dari situasi bola mati.