Menilik Dewan Perdamaian Donald Trump yang Diluncurkan di Davos, Dewan Kontroversial

Jumat 23-01-2026,14:45 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Noor Arief Prasetyo

BACA JUGA:Donald Trump Tetapkan Cabang Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris Asing

BACA JUGA:Xi Jinping Telepon Donald Trump Bahas Isu Taiwan

Dalam pidatonya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan fokus awal dewan itu adalah memastikan kesepakatan gencatan senjata Gaza bertahan lama.

Trump sendiri menyampaikan ancaman keras: Hamas harus melucuti senjata pada fase berikutnya kesepakatan. Jika tidak, hamas akan tamat. 

Latar belakang peluncuran dewan itu tak bisa dilepaskan dari frustrasi pribadi Trump. Ia berkali-kali menyatakan kecewa karena belum meraih Nobel Perdamaian. Padahal, Trump mengklaim sudah mengakhiri delapan konflik global.

Board of Peace tampak sebagai panggung baru untuk menunjukkan peran globalnya sebagai “pembuat damai”.


TIGA PEMIMPIN yang ambil bagian dalam Dewan Perdamaian . Dari kiri, Mantan PM Bulgaria Rosen Shelyazkov, PM Hungaria Viktor Orban, dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.-Fabrice Coffrini-AFP-

Struktur organisasi dewan itu memperkuat kesan tersebut. Piagam menyebut Trump sebagai ketua, sekaligus perwakilan Amerika Serikat. Trump memiliki kewenangan eksklusif membentuk, mengubah, atau membubarkan badan turunan, serta menunjuk anggota dewan eksekutif.

Masa jabatan ketua hanya bisa berakhir lewat pengunduran diri sukarela atau ketidakmampuan. Seorang pejabat AS mengonfirmasi Trump bisa tetap menjadi ketua bahkan setelah meninggalkan Gedung Putih.

Dewan eksekutif diisi tujuh nama. Yakni, Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff; menantu Trump Jared Kushner, mantan perdana menteri Inggris Tony Blair, miliarder AS Marc Rowan, presiden Bank Dunia Ajay Banga, serta Robert Gabriel yang merupakan pembantu setia Trump di Dewan Keamanan Nasional.

Keanggotaan negara juga diatur ketat. Undangan datang langsung dari presiden AS, diwakili kepala negara atau pemerintahan. Masa keanggotaan maksimal tiga tahun—kecuali bagi negara yang menyetor lebih dari USD 1 miliar dalam setahun pertama. Otomatis ada pengecualian. Pejabat AS menekankan bahwa kontribusi finansial bersifat sukarela, tetapi klausul tersebut telanjur memantik sinisme.

Ketegangan geopolitik makin terasa karena Davos juga menjadi arena diplomasi lain. Trump dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky setelah seremoni. Mereka akan membahas gencatan senjata yang belum tercapai.

Steve Witkoff mengklaim pembicaraan untuk mengakhiri perang tinggal satu isu. Tanpa merinci lebih lanjut, ia bilang perang bisa terselesaikan. Zelensky sendiri khawatir isu lain—termasuk dorongan Trump terkait Greenland—mengalihkan fokus dari invasi Rusia.

Pada akhirnya, Board of Peace lahir dengan janji besar dan tanda tanya yang sama besarnya. Di atas kertas, ia menawarkan forum baru untuk stabilitas dan perdamaian. Dalam praktik, ia memusatkan kekuasaan pada satu figur, mensyaratkan biaya fantastis, dan mengundang aktor-aktor yang justru menjadi sumber konflik.

Dewan itu bisa jadi akan berjalan, mungkin pula terhenti di tengah jalan. Yang pasti, sejak hari pertama, ia sudah menjadi dewan paling kontroversial di panggung global. (*)

 

Kategori :