Judulnya, yang berarti "celah cahaya" pada lensa kamera, menjadi kunci utama untuk membedah maknanya. Sesuai istilah teknisnya, aperture menentukan seberapa banyak cahaya yang masuk ke lensa.
BACA JUGA:Makna Lagu The Fate of Ophelia Karya Taylor Swift yang Terinspirasi Hamlet
BACA JUGA:Taylor Swift Rilis MV The Fate of Ophelia, Kisahnya Jadi Happy Ending
Dalam lagu itu, Styles seolah bercerita tentang momentum ketika ia akhirnya membiarkan "cahaya" (kebenaran atau kesadaran) masuk ke dalam hidupnya setelah sekian lama berada dalam kegelapan atau kebingungan.
Banyak fans mengartikan liriknya sebagai refleksi atas hubungan masa lalu yang selalu dipantau oleh publik. Harry Styles menggunakan metafora kamera untuk menggambarkan bagaimana dunia hanya melihat "foto" atau potongan kecil dari hidupnya, sementara emosi yang sebenarnya sering kali tidak tertangkap oleh lensa.
Dalam salah satu baitnya, mantan anggota One Direction itu bernyanyi tentang rasa takut ketika celah (aperture) itu terbuka terlalu lebar. Itu melambangkan ketakutan memperlihatkan kerapuhan di depan orang lain.
Semakin lebar celah dibuka, semakin banyak yang terlihat, dan itu bisa sangat menakutkan bagi seseorang yang selalu menjaga privasinya dengan ketat.
Bagaimana? Meski dibalut musik bernuansa psychedelic rock yang kuat, ternyata maknanya cukup menyentuh, bukan? So, fans Harry Styles, atau Directioner (sebutan fans One Direction) yang masih bertahan, selamat menikmati Aperture! (*)