Menariknya, tekanan eksternal justru menjadi bahan bakar. Cemoohan, komentar miring, hingga keraguan publik tidak membuat Alter Ego ciut. Mereka memilih membalasnya di dalam game. Setiap kemenangan terasa seperti pernyataan, bahwa mereka layak berada di panggung tertinggi.
Sikap low profile juga menjadi ciri khas Alter Ego di M7. Di tengah budaya taunting yang kerap menghiasi turnamen esports, Alter Ego tampil berbeda. Mereka jarang membalas provokasi lawan. Bahkan ketika ditanya soal kemenangan besar, jawaban mereka sering kali sederhana: “Hoki.”
BACA JUGA:ONIC Bungkam Team Falcons 2-1, Melaju ke Knockout Stage M7 World Championship
Narasi “modal hoki” ini kemudian menjadi jargon internal El Familia. Sebuah ironi yang justru menunjukkan kedewasaan.
Dengan merendah, tekanan ekspektasi berkurang, fokus tetap terjaga, dan kepercayaan diri tumbuh tanpa perlu pamer. Di balik kata “hoki”, tersimpan kerja keras, persiapan matang, dan keberanian mengambil risiko.
Alter Ego di M7 bukan sekadar tim yang menang atau kalah. Mereka adalah gambaran evolusi permainan Mobile Legends: berani keluar dari meta, kuat secara mental, dan tetap membumi. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, pola permainan seperti inilah yang membuat M7 tetap hidup dan penuh cerita.(*)