Membaca Pola Permainan Alter Ego di M7: Amankan Objektif, Ambil Risiko, dan Tetap Tenang Meski Tertinggal

Minggu 25-01-2026,12:39 WIB
Reporter : Dave Yehosua
Editor : Taufiqur Rahman

BACA JUGA:Alter Ego Bungkam Onic 2–0 di Knockout M7 World Championship 2026 Berakhir dengan Kejutan

Kejutan terbesar datang saat Alter Ego menghadapi Team Liquid pada Sabtu, 24 Januari 2026 kemarin. Dalam satu game krusial, Alter Ego sempat tertinggal jauh dan didominasi oleh tim asal Filipina tersebut. Namun alih-alih bermain aman, mereka justru meningkatkan tempo.

Rotasi dipercepat, teamfight dipaksakan di area sempit, dan keputusan objektif diambil dengan risiko tinggi. Hasilnya, Alter Ego berhasil membalikkan keadaan dan mencuri kemenangan yang sebelumnya nyaris mustahil.

Performa Nino di role explaner juga menjadi kunci pola permainan agresif Alter Ego. Sejak early game, Nino tampil rusuh. Ia tak ragu melakukan cut lane, memaksa duel, hingga mengganggu jungle lawan.

Gaya ini membuat lawan kehilangan ritme farming dan dipaksa merespons tekanan sejak menit awal. Menariknya, agresivitas ini tidak menurun di late game. Nino tetap menjadi inisiator chaos, membuka ruang bagi core Alter Ego untuk masuk ke teamfight.

BACA JUGA:Albertt Tinggalkan Fnatic Onic, Pindah ke Evos atau Alter Ego?

BACA JUGA:Alter Ego 2-0 Rebellion Esports: El Familia Dominasi ESL Snapdragon Pro Series Season 6


Xepher Sang Master Mind di balik permainan Alter Ego yang mengguncang skena Mobile Legends di perhelatan M7 World Championship 2026. --MPL

Di balik semua keberanian tersebut, peran pelatih Xepher tidak bisa diabaikan. Mantan pemain Dota 2 yang pernah tampil di The International ini membawa pendekatan berbeda ke Alter Ego.

Xepher dikenal sebagai sosok yang memahami permainan makro, pengambilan keputusan di bawah tekanan, serta pentingnya adaptasi. Sentuhan ini terasa dalam cara Alter Ego membaca momentum pertandingan dan berani mengambil keputusan tidak populer.

Selain pola permainan, mentalitas Alter Ego menjadi faktor pembeda. Mereka berkali-kali berada di posisi tertekan, baik secara skor maupun ekspektasi publik.

Saat menghadapi Team Spirits maupun Team Liquid, banyak yang meragukan peluang Alter Ego. Nama besar lawan, sejarah prestasi, hingga tekanan panggung M7 seolah menjadi tembok besar. Namun justru di situ Alter Ego menunjukkan mental anti menyerah.

BACA JUGA:Alter Ego Indonesia Hajar Team Vamos Malaysia 2-0 di ESL Snapdragon Pro Series S6

BACA JUGA:Kemenangan JP Niners atas Alter Ego X: Kunci Draft Hero dan Taktik di ESL Snapdragon S6

Dalam kondisi terdesak, mereka tidak bermain panik. Sebaliknya, komunikasi tetap berjalan, objektif kecil tetap diamankan, dan peluang sekecil apa pun dimaksimalkan.

Data pertandingan menunjukkan bahwa Alter Ego termasuk tim dengan rasio comeback tertinggi di M7, terutama saat tertinggal gold di mid game. Ini menjadi bukti bahwa kekuatan mereka bukan hanya mekanik, tetapi juga ketenangan.

Kategori :