Siapa korban dan pelaku?
Aini warga Lemah Abang Gede, RT 013/RW 003, Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Serang. Kakak Aini, Rokib, kepada wartawan menjelaskan, Aini anak bungsu dari tujuh bersaudara. ”Dua cowok lima cewek,” ujarnya.
Aini dewasa jadi ART. Ibadahnyi rajin. Dia aktif ikut aneka pengajian sejak kecil. Aini menikah dengan Saeful 2016. Kini dikaruniai dua anak. Si sulung usia 8, adiknya usia 3 tahun.
Rokib: ”Adik saya cerita, dia sering di-KDRT suami. Terakhir terjadi 6 November 2025. Dia di-KDRT saat sedang tidur. Dia mengalami luka robek di leher yang harus dijahit enam jahitan.”
Korban tidak lapor polisi, tetapi langsung menggugat cerai. Sejak itu pula mereka pisah rumah. Pulang ke rumah ortu masing-masing. Dalam proses cerai itulah, Saeful membunuh Aini.
Apa pekerjaan Saeful?
Rokib: ”Dulu ia kerja di showroom mobil. Entah bagian apa. Tapi, beberapa bulan lalu diberhentikan, pengurangan pegawai.”
Seusai diautopsi, malamnya korban langsung dimakamkan di TPU Lemah Abang, Serang. Sementara itu, Saeful dibekuk polisi Minggu, 18 Januari 2026, setelah lima hari buron.
Majikan Aini, Irham, kepada wartawan mengatakan, Aini orang baik. Hasil kerjanyi juga baik. ”Dia sering mengadu soal masalah rumah tangga. Termasuk jadi korban kekerasan suaminya,” ujarnya.
KDRT terjadi universal. Namun, lebih banyak terjadi di negara-negara miskin dan berkembang seperti Indonesia daripada di negara-negara maju dan kaya. Mungkin ”miskin” jadi faktor penentu. Makin miskin orang, makin pusing ia. Di negara-negara miskin, orang miskin adalah orang yang sulit memenuhi kebutuhan dasar hidup: makan.
Kalau sudah sulit mendapatkan makanan, orang akan gelap mata. Dalam bahasa Jawa Timur-an: urusan weteng, moto dadi peteng.
Mungkin itulah penyebab KDRT di negara-negara miskin. Misalnya, negara-negara Afrika, Bangladesh, India, dan Pakistan.
Indonesia sudah tidak termasuk negara miskin, tetapi satu kelas sedikit di atasnya. Walaupun, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato internasional menyatakan, ia harus mengatasi sekitar 25 juta rakyat Indonesia yang sulit makan sekarang. Maka, ia mewujudkan janji memberi makan gratis kepada pelajar dan guru (MBG).
Dikutip dari Forbes, 15 Januari 2026, berjudul The Danger of Divorce for Women, karya Patricia Fersch, diungkapkan bahaya perceraian bagi istri yang punya suami suka KDRT. Cara bercerainya harus taktis agar tidak jadi korban suami.
Diungkapkan, berdasar data PBB, pada 2024 sekitar 50.000 perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia dibunuh pasangan intim atau anggota keluarga lainnya.
Di Amerika Serikat (AS) jika suami melakukan KDRT dan istri melaporkan ke polisi kemudian berniat bercerai, polisi melarang istri membicarakan rencana cerai ke suami. Sebab, bisa bahaya bagi si istri.