Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Barat Berakhir Hari Ini, Cegah Banjir dan Longsor

Kamis 29-01-2026,09:54 WIB
Reporter : Najwa Nabilla Rachmah
Editor : Mohamad Nur Khotib

HARIAN DISWAY -  Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya pencegahan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat pada Januari 2026.

Operasi berlangsung sejak 25 Januari hingga 29 Januari dan berpusat di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Kota Bandung. 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama antara BMKG, BPBD Jawa Barat, dan TNI AU. Tujuannya untuk menurunkan intensitas curah hujan sebelum mencapai kawasan padat penduduk daerah yang rentan terhadap bencana. 

BACA JUGA:Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Terbitkan Peringatan Hujan Lebat untuk Hari Ini

BACA JUGA:Lawan Cuaca Ekstrem, Pemprov Jabar dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

"Bahwa upaya modifikasi ini merupakan bentuk respon proaktif dalam melindungi keselamatan warga," tulis akun Instagram resmi @infobmkg.

Sebuah pesawat Cassa 212 dengan registrasi A-2107 telah disiapkan untuk melakukan penyemaian bahan kimia di atmosfer.

Sasaran utamanya mencakup wilayah-wilayah strategis yang rawan banjir dan longsor, seperti kawasan sekitas Waduk Jatiluhur. Langkah ini bertujuan mempermudah proses evakuasi serta distribusi bantuan logistik ke lokasi terdampak. 

BACA JUGA:Suhu Jakarta Terasa Dingin Ekstrem Awal Januari 2026, BMKG Ungkap Penyebabnya!

BACA JUGA:BMKG Pantau 3 Sistem Siklon Tropis, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia

Operasi ini difokuskan terutama di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Daerah tersebut menjadi prioritas karena sebelumnya mengalami longsor yang menimbulkan korban jiwa dan memutus akses jalan. Dengan pengendalian cuaca, proses pencarian dan evakuasi oleh tim penyelamat dapat berlangsung aman dan efektif. 

Teknologi yang digunakan dalam modifikasi cuaca berupa penyemaian awan dengan bahan NaCI (garam) agar hujan turun di lokasi yang suda ditentukan dan menghindari kawasan rawan bencana. 

Metode ini sebelumnya telah terbukti efektif dalam mengatur curah hujan di sejumlah daerah di Indonesia. 

BACA JUGA:Operasi Modi fikasi Cuaca di Sumatera Berlangsung 24 Jam, Permudah Evakuasi dan Distribusi Bantuan

BACA JUGA:BMKG dan BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Banjir Lahar Dingin Semeru

Meskipun upaya teknologi modifikasi cuaca ini efektif, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat dan sulit diprediksi. 

"Masyarakat disarankan untuk selalu mengecek informasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG serta bersama sama menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing masing sebagai langkah pencegahan banjir lokal," imbau BMKG di akun Instagram resminya. 

Operasi modifikasi cuaca ini telah menjadi agenda rutin pemerintah setiap musim hujan, terutama saat peningkatan curah hujan signifikan. Koordinasi lintas sektor disebut kunci dalam keberhasilan operasi ini.

BACA JUGA:BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur dan Jawa Barat untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem

BACA JUGA:Update Daftar Wilayah Terdampak Banjir Bekasi, BMKG Segera Modifikasi Cuaca

Langkah antisipatif ini juga merupakan bagian dari upaya adaptasi terhadap perubahan iklim global yang menyebabkan hujan di Indonesia menjadi semakin tidak menentu, termasuk wilayah Jawa Barat dengan potensi bencana hidrometeorologi tertinggi. 

Upaya modifikasi cuaca ini diharapkan mampu mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang sering terjadi akibat banjir dan longsir. Keberhasilan operasi ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam penanggulangan bencana berbasis teknologi. (*)

*) Najwa Nabilla Rachmah, Peserta Magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. 

Kategori :