Di Rakornas Pempus-Pemda, Prabowo Akui Sampah Jadi Masalah Serius: Bali Dikritik Dunia

Senin 02-02-2026,14:11 WIB
Reporter : Aqila Firda Zahro*
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 digelar pada Senin, 2 Februari 2026. Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah sebagai masalah krusial nasional. 

Prabowo mengaitkan persoalan sampah dengan sektor pariwisata. Sektor yang diharapkan menjadi sumber utama penciptaan lapangan kerja.

Ia mempertanyakan minat wisatawan jika kondisi lingkungan tidak terjaga. “Apakah turis mau datang kalau lihat pantai Bali kotor, sampah di mana-mana?” ujarnya dengan nada tegas.

Prabowo mengaku kerap menerima kritik terkait persoalan sampah Indonesia saat melakukan kunjungan ke luar negeri. Beberapa pejabat asing menyampaikan penilaian secara terbuka.

BACA JUGA:Prabowo Pimpin Rakornas dengan Kepala Daerah, Satukan Visi Untuk Wujudkan Astacita 5 Tahun Kedepan

BACA JUGA:Prabowo Ungkap Konsolidasi Partai di Rakornas Gerindra

“Beberapa pejabat secara terang-terangan mengatakan kepada saya, ‘Excellency, Bali is so dirty now. Bali is not nice,’” imbuhnya lagi.

Kritik tersebut, kata Prabowo, diterimanya sebagai koreksi. Ia menegaskan pemerintah harus berani menyelesaikan masalah ini bersama-sama.

Prabowo juga mendorong para bupati dan gubernur, khususnya di Bali, untuk segera bertindak. Ia menilai penanganan sampah tidak boleh berlarut-larut.

Selain itu, Prabowo mengusulkan pelibatan anak-anak sekolah dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan. Misalnya dilakukan secara rutin setiap Jum’at dan Sabtu di kawasan pantai.

BACA JUGA:Soal Prabowo Bertemu Tokoh Oposisi, Mensesneg: Nggak Ada Yang Oposisi

BACA JUGA:Airlangga Buka Suara Usai Mundurnya Pimpinan OJK–BEI, Prabowo Ingin Percepat Reformasi Pasar Modal

Ia menekankan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah. Melainkan tanggung jawab bersama.

Prabowo menyebut, penanganan sampah membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Namun, masalah ini tidak bisa lagi ditunda. Pemerintah pusat, kata Prabowo, akan memimpin langsung.

Untuk menangani masalah sampah tersebut, pemerintah akan memulai pembangunan proyek Waste to Energy senilai 3,5 miliar dolar. Proyek tersebut akan disebar di 34 kota pada tahun ini.

Kategori :