HARIAN DISWAY - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tekanan saat dibuka kembali pada Senin, 2 Februari 2026.
Pada pembukaan itu menunjukkan angka 0,28% ke level 8.306,16. Kurang dari satu jam, IHSG kembali melemah dan kehilangan 200-an poin dan turun lagi hingga 3,44 persen ke level 8.043,11.
Volatilitas terus terjadi hingga jelang penutupan pada sore hari. Pada pukul 15.25, IHSG anjlok 5,37 persen ke level 7.882,238.
Di tengah tekanan volatilitas ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyebutkan bahwa akan segera dilakukan perbaikan.
Menurut Airlangga hingga kini masih tercatat adanya net inflow asing yang mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor global terhadap arah perbaikan pasar.
BACA JUGA:Pemerintah Bersikap Keras Berantas Saham Gorengan Usai IHSG Anjlok Dua Hari
BACA JUGA:OJK Fokus Berantas Saham Gorengan, Influencer Finansial Masuk Radar
“Terjadi net inflow asing berarti kepercayaan asing terhadap perbaikan itu ada,” Ungkap Airlangga Hartanto pada Senin, 02 Februari 2026.
Airlangga juga menyebutkan sejumlah saham berpotensi mengalami likuiditas rendah, namun tetap diburu investor akibat dorongan fear of missing out.
“Nah fear of missing out ini terjadi dari investor yang berpikir bahwa saham-saham yang sekarang mereka invest termasuk saham olahan,” lanjutnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah bersama regulator akan menerapkan kebijakan peningkatan free float menjadi 15% guna memperbaiki likuiditas dan kualitas perdagangan saham di pasar modal.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya