Apem dalam tradisi megengan melambangkan permohonan ampun dan penyucian diri sebelum menjalani ibadah puasa. -Nur Badriyah-Facebook
Di era media sosial, Megengan dan kue apem mengalami semacam kebangkitan visual. Banyak warga membagikan momen doa bersama dan pembagian apem melalui platform digital. Fenomena itu mempertemukan tradisi lama dengan cara baru.
Megengan menjadi bukti bahwa agama dan budaya dapat berjalan berdampingan. Ramadan selain hadir sebagai kewajiban ibadah, juga sebagai peristiwa sosial dan kultural. Keberadaannya mampu menyatukan masyarakat.
BACA JUGA:Potensi Perbedaan Muhammadiyah dan Pemerintah Terkait Penetapan Awal Puasa Ramadan 2026
BACA JUGA:Puasa Ramadan 2026 Mulai Kapan? Ini Perkiraan Tanggal Awal Puasa dan Jadwal Lebaran
Menjelang Ramadan, kue apem menjelma simbol permohonan maaf. Sebagai sarana untuk menjalin kebersamaan.
Lewat tradisi itu masyarakat berharap agar bulan suci dapat dijalani dengan lancar. Dengan hati yang bersih dan semangat saling memaafkan. (*)