HARIAN DISWAY - Masyarakat Tionghoa mulai mempersiapkan perayaan Tahun Baru Imlek lebih dari 20 hari sebelumnya.
Salah satunya melalui peringatan Festival Bubur Laba. Digelar pada hari kedelapan bulan ke-12 kalender lunar.
Bulan ke-12 dalam kalender Tionghoa dikenal sebagai la yue. Sehingga hari kedelapan dalam bulan itu disebut la yue chu ba, atau lebih populer disebut Hari Laba.
Perayaan ini juga dikenal sebagai Festival Bubur Laba. Dan menjadi penanda awal rangkaian tradisi menuju Imlek.
BACA JUGA:Cisuak Jelang Imlek di Kelenteng Boen Bio, Panjatkan Harapan Sepanjang Tahun
BACA JUGA:Jelang Imlek, Pakar Fengshui Liem Tiong Yang Sebut Arah Bintang Bencana Tai Sui Ada di Selatan
Bubur Laba, menu tradisional Tiongkok yang mengawali rangkaian Imlek.-VCG-China Daily
Terdapat tiga tradisi utama dalam peringatan Laba. Yakni pemujaan leluhur, menyantap bubur Laba, dan membuat bawang putih Laba.
Ketiga tradisi itu mencerminkan banyak hal. Seperti nilai spiritual, kebersamaan, dan harapan akan keberkahan di tahun yang baru.
Tradisi pemujaan leluhur memiliki akar kuat dalam sejarah. Menjelang akhir tahun, masyarakat memiliki waktu lebih luang untuk menyiapkan ritual persembahan. Salah satu ritualnya berkaitan dengan istilah la yue.
Istilah itu terkait erat dengan kebiasaan pengorbanan atau persembahan. Ditujukan kepada leluhur dan para dewa. La yue lazim dilakukan pada bulan ke-12.
BACA JUGA:7 Pantangan Jelang Imlek 2026, Rezeki Lancar di Tahun Kuda Api
BACA JUGA:10 Ucapan Imlek 2026 Bahasa Mandarin, Inggris, dan Indonesia untuk WhatsApp
Dalam bahasa Mandarin, kata “la” merujuk pada persembahan kepada leluhur maupun dewa. Salah satu karakter aksaranya mengandung makna "persembahan daging".
Kemudian aksara lainnya melambangkan daging. Mencerminkan tradisi kurban. Sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur.