Penembakan Sekolah dan Rumah di Kanada, Sembilan Orang Tewas: Batalkan Agenda Perdana Menteri

Kamis 12-02-2026,15:38 WIB
Reporter : Doan Widhiandono
Editor : Noor Arief Prasetyo

Tumbler Ridge sangat jarang masuk berita nasional Kanada. Kota kecil di lembah pegunungan kaki Pegunungan Rocky itu dikenal tenang. Jumlah penduduknya sekitar 2.400 orang. Tapi, Selasa sore, 10 Februari 2026, ketenangan itu runtuh.

SEORANG penembak menewaskan sembilan orang. Selain itu, puluhan lainnya terluka. Sebab, si penembak membabi buta di sebuah sekolah menengah dan sebuah rumah tinggal di kota terpencil di British Columbia tersebut.

Kepolisian Kanada (Royal Canadian Mounted Police/RCMP) menyatakan, total korban luka mencapai 27 orang. Dua di antaranya dalam kondisi serius.

Peristiwa itu pun terbilang sangat jarang. Penembakan massal. Dan selama ini, Kanada relatif jarang menghadapi kekerasan bersenjata dalam skala besar.

BACA JUGA:Trump Marah PM Kanada 'Sowan' ke Xi Jinping, Ancam Jatuhkan Sanksi Tarif 100 Persen

BACA JUGA:Semarak German Christmas Market, Tradisi Jelang Natal di Kanada

Tapi, peringatan darurat tentang aksi kekerasan itu langsung keluar pada momen kejadian itu di Tumbler Ridge Secondary School.

Polisi segera menyisir area sekolah. Sayang, semuanya terlambat.

Di lokasi itu, enam orang ditemukan tewas. Kena tembak. Satu korban lagi meninggal saat dibawa ke rumah sakit. Di lokasi terpisah, polisi menemukan dua jenazah di sebuah rumah tinggal yang diyakini terkait dengan insiden yang sama.

Di dalam area sekolah, polisi juga menemukan seseorang yang diyakini sebagai pelaku. Sebab, luka tembaknya terlihat sebagai aksi melukai diri sendiri.


POTONGAN VIDEO yang diambil oleh jurnalis Trent Ernst menunjukkan suasana Tumbler Ridge Secondary School.-Trent Ernst-AFP-

Hingga tadi malam, pelaku masih disebut sebagai perempuan bergaun dengan rambut cokelat. Polisi juga belum merilis informasi tentang usia pelaku dan identitas korban.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney langsung shock. ’’Saya sedih atas kekerasan yang mengerikan tersebut,’’ ucapnya. Carney langsung membatalkan rencananya ke Konferensi Keamanan Munich. Padahal, ia sudah dijadwalkan bicara dengan para sekutu tentang kesiapan pertahanan transatlantik. Artinya, tragedi penembakan itu dipandang sangat serius di kancah nasional.

Dan memang, suasana begitu serius dan mencekam. Termasuk di dalam sekolah.

Darian Quist, salah seorang murid Tumbler Ridge Secondary School, sedang di kelas mekanik. Tiba-tiba, ada pengumuman bahwa sekolah harus lockdown

Kategori :