Sepakan Toni dari jarak jauh terhalang badan bek lawan, sementara percobaan voli Risto Mitrevski melebar.
Kombinasi apik sempat tersaji pada menit ke-23, ketika Francisco Rivera merangkai umpan cepat bersama Mihailo Perovic dan kapten Bruno Moreira. Sayangnya umpan akhir gagal dimanfaatkan setelah kontrol bola yang kurang sempurna.
Bhayangkara akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-26. Dari situasi bola mati, Sidibe mengeksekusi umpan yang berhasil disundul tajam oleh Bernard Henri, membawa tim tamu unggul 1-0.
Gol itu membuat pertandingan kian panas. Kartu kuning diberikan kepada Nehar Sadiki pada menit ke-30 setelah melakukan tekel keras yang menjatuhkan Perovic.
BACA JUGA:Persebaya Kedatangan Dua Pemain Baru, Bagus Buat Kompetisi Skuad Bajol Ijo
BACA JUGA:Persebaya Panaskan Skuad Buat Lawan Bhayangkara FC, Waspadai Kebangkitan Armada Paul Munster!
Beberapa insiden kecil menyebabkan tensi meningkat dan adu dorong sempat terjadi. Khususnya setelah Rivera dijatuhkan yang memicu protes dari pemain tuan rumah.
Menjelang akhir babak pertama Bhayangkara kembali menggandakan keunggulan lewat aksi Moussa Sidibe.
Gol itu menutup paruh pertama dengan skor 2-0 untuk keunggulan tim tamu, meninggalkan Persebaya dalam situasi sulit untuk paruh kedua.
Memasuki babak kedua, Persebaya mencoba bangkit dan meningkatkan tempo serangan.
Jefferson Silva (kiri) dan Mihailo Perovic (kanan) melakukan selesaibrasi saat Persebaya melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu, 14 Februari 2026.-Boy Slamet-Harian Disway
Tekanan tuan rumah menciptakan beberapa peluang berbahaya. Gali Freitas nyaris memperkecil melalui sundulan dari bola muntah hasil tembakan Milos.
Tetapi, Aqil Savik masih sigap menepisnya pada menit ke-54. Selanjutnya giliran Milos dan Bruno yang beberapa kali mengancam, namun penyelesaian akhir belum menemukan sasaran.
Momentum kemudian datang pada menit ke-63 ketika Perovic berhasil memperkecil kedudukan.
Berawal dari kombinasi apik Gali dan Jefferson, Perovic menyambar dan menaklukkan kiper Bhayangkara, mengubah skor menjadi 1-2.
Gol itu membangkitkan harapan suporter hijau untuk comeback, dan Persebaya terus menggempur mencari peluang penyama.