JEDA 1–2 jam untuk minum kopi setelah berbuka membantu mengurangi risiko iritasi lambung akibat kafein.--Pinterest
Menunggu 1–2 jam setelah menyantap makanan utama saat berbuka merupakan waktu paling aman untuk minum kopi.
Dalam kondisi tersebut, lambung sudah terisi sehingga risiko iritasi saluran cerna akibat kafein dapat ditekan. Jeda waktu ini juga memberi kesempatan sistem pencernaan bekerja lebih stabil.
3. Jangan Langsung Minum Kopi saat Azan Magrib
KURMA dan air putih lebih ideal untuk membatalkan puasa, sebelum kemudian disusul dengan kopi.-Alhannah Islamic Clothing-Pinterest
Saat berbuka tiba, tubuh membutuhkan rehidrasi cepat dan sumber energi instan. Ahli kesehatan menyarankan untuk memprioritaskan air putih dan kurma sebagai pembuka puasa.
Dibandingkan kopi, kurma dan air putih lebih ramah bagi tubuh. Utamanya untuk memulihkan energi sebelum mengonsumsi minuman berkafein.
BACA JUGA:Kopi saat Sahur Itu Bikin Semangat atau Malah Bikin Lemas?
BACA JUGA:4 Penyebab Tetap Mengantuk meskipun Minum Kopi
4. Batasi Konsumsi Maksimal Satu Cangkir per Hari
KONSUMSI kopi secukupnya membantu menjaga kualitas tidur dan mencegah dehidrasi.-Lucy-Pinterest
Moderasi adalah kunci. Konsumsi kopi berlebihan berisiko memicu gangguan tidur, dehidrasi ringan, hingga ketidaknyamanan pada lambung.
Cukup satu cangkir per hari untuk mendapatkan manfaat kafein tanpa efek samping yang mengganggu ibadah.
5. Pilih Jenis Kopi yang Lebih Ramah Lambung
KOPI RENDAH ASAM atau campuran susu bisa menjadi pilihan lebih aman bagi lambung sensitif.-Formett F & B Private Limited-Pinterest
Bagi pemilik lambung sensitif, pertimbangkan kopi dengan tingkat keasaman rendah atau kopi yang dicampur susu. Lokapasar menyediakan berbagai jenis kopi dengan tingkat keasaman rendah.