SURABAYA, HARIAN DISWAY - Industri kreatif kerap terhubung dengan seni desain dan estetika. Nyatanya, hal tersebut cakupannya lebih luas.
Mulai dari problem solving, inovasi, teknologi. Hingga bagaimana kreativitas itu akhirnya memiliki nilai yang berguna di kehidupan.
Semangat itulah yang dihadirkan Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra Surabaya pada 19 Februari 2026.
Fakultas tersebut menggelar rangkaian workshop. Salah satunya kelas video editing. Terbuka bagi mahasiswa maupun pelajar SMA.
BACA JUGA:Mahasiswa Universitas Ciputra Belajar Kelola Restoran, Implementasi Ilmu Bisnis Kuliner
Susan., Ph.D selaku dekan Fakultas Industri Kreatif, menegaskan bahwa industri kreatif dibangun sebagai sebuah ekosistem.
Kampus tidak hanya menyediakan fasilitas fisik. Tetapi juga SDM untuk menghubungkan talenta mahasiswa dengan kebutuhan industri.
“Harapannya, apa yang dipelajari di kampus benar-benar relevan. Terlebih saat mereka terjun ke dunia profesional,” ujar Susan pada Harian Disway.
Seluruh dosen lintas prodi turut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan itu. Mulai dari Arsitektur, Visual Communication Design (VCD), hingga Fashion Design. Itu menyesuaikan tema workshop yang berlangsung.
Tak hanya mengasah kemampuan teknis saja. Tantangan utama yang ingin disalurkan lewat kegiatan itu ada berbagai macam.
Salah satunya adalah bagaimana kreativitas bisa memiliki economic value. Industri kreatif tidak cukup berhenti di karya yang indah.
Maulana saat memberikan praktik teknik cara membuat tangkapan video yang baik di berbagai spot yang ada di workshop yang digelar Universitas Ciputra Surabaya-Najwa Rana Iswari-Harian Disway