HARIAN DISWAY - Di bulan Ramadan, selain puasa dan ibadah malam seperti tarawih, muncul fenomena baru.
Terutama menjangkiti generasi muda. Yaitu sleep revenge, kebiasaan sengaja menunda tidur setelah tarawih. Dengan maksud mengambil kembali waktu pribadi setelah seharian beraktivitas.
Istilah itu merujuk pada perilaku menunda waktu tidur demi melakukan aktivitas lain. Meskipun tubuh sebenarnya sangat membutuhkan istirahat.
Fenomena itu sering terlihat ketika seseorang usai menjalankan salat tarawih. Kemudian ia memilih menghabiskan waktu dengan menonton video, bermain gadget, atau aktivitas santai lainnya. Bahkan ketika tubuh sudah mengantuk.
BACA JUGA:Bahaya Kurang Tidur Akibat Begadang yang Harus Diwaspadai
BACA JUGA:Bahaya Banget! Ini 3 Dampak Buruk Kurang Tidur
Kebiasaan itu disebut sebagai bentuk pelampiasan. Sebagai ganti dari waktu siang yang terasa padat oleh pekerjaan atau kegiatan lain.
Konsekuensi Kurang Tidur
Bahaya Banget! Dampak Buruk Kalau Kurang Tidur - Sulit Mengontrol Emosi dan Fokus.--Pinterest
Kebiasaan sleep revenge memiliki dampak buruk pada kualitas tidur. Menunda tidur secara konsisten menyebabkan durasi istirahat malam berkurang drastis. Hal itu pada akhirnya memengaruhi kesehatan fisik dan mental.
Kekurangan tidur dapat menyebabkan mudah lelah, gangguan konsentrasi, suasana hati yang berubah-ubah, hingga melemahnya daya tahan tubuh.
Jika tubuh tidak mendapatkan cukup tidur berkualitas, fungsi kognitif seperti memori dan daya fokus dapat menurun.
BACA JUGA:Begini Dampak Kurang Tidur pada Ibu Hamil
BACA JUGA:Mengatur Pola Tidur Sesuai Sunnah untuk Hidup Lebih Sehat dan Produktif
Hal tersebut dapat membuat risiko masalah kesehatan lain. Seperti stres dan meningkatnya gangguan suasana hati.
Pemicu Sleep Revenge
Para ahli menjelaskan bahwa kegiatan ibadah malam dan jadwal sahur yang berubah menyebabkan pola tidur menjadi terfragmentasi.