Tanda Hormon Tidak Seimbang pada Wanita yang Sering Tidak Disadari
Kekurangan yodium dapat mengganggu produksi hormon tiroid yang berakibat pada kelelahan dan gangguan hormon pada wanita. --iStock
HARIAN DISWAY - Hormon memiliki peran penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh wanita. Mulai dari siklus menstruasi, metabolisme, hingga suasana hati.
Ketika kadar hormon tidak seimbang, gejala bisa muncul secara perlahan. Hal itu sering dianggap sebagai masalah kesehatan biasa. Padahal, gangguan hormon dapat memengaruhi kualitas hidup. Apalagi jika tidak segera ditangani.
Banyak wanita tidak menyadari tanda awal ketidakseimbangan hormon. Karena keluhannya terlihat ringan. Seperti jerawat, mudah lelah, atau perubahan emosi.
Berikut beberapa tanda hormon tidak seimbang pada wanita yang sering diabaikan.
BACA JUGA:5 Tip Mengatasi Jerawat Hormonal Akibat Begadang dan Stres
BACA JUGA:Ternyata Pikiran dan Mood Kita Bisa Diatur Hormon
Siklus Haid Tidak Teratur dan Perubahan Berat Badan

Konsumsi makanan bergizi seimbang dapat mendukung keseimbangan hormon dan mengurangi peradangan dalam tubuh. --iStock
Salah satu tanda paling umum dari hormon yang tidak seimbang adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Haid bisa datang terlalu cepat, terlambat, atau bahkan tidak terjadi selama beberapa bulan.
Kondisi itu biasanya berkaitan dengan gangguan hormon estrogen dan progesteron. Yang berperan dalam mengatur siklus menstruasi.
Ketidakseimbangan hormon juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Sehingga berat badan mudah naik atau turun tanpa sebab jelas.
Gangguan hormon tiroid atau meningkatnya hormon stres seperti kortisol dapat menyebabkan penumpukan lemak. Terutama di area perut.
BACA JUGA:Sindrom Polikistik Ovarium, Gangguan Hormon yang Sering Diabaikan Oleh Perempuan
BACA JUGA:Ngidam Saat Hamil: Antara Hasrat, Hormon, dan Fakta Ilmiah
Jerawat di Usia Dewasa dan Rambut Rontok Berlebihan
Jerawat yang muncul terus-menerus pada usia dewasa juga bisa menjadi tanda hormon tidak seimbang. Peningkatan hormon androgen dapat merangsang produksi minyak berlebih di kulit. Sehingga pori-pori mudah tersumbat dan memicu peradangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: