HARIAN DISWAY - Bagi Gita Orlin yang seorang fashion designer, "Kesuksesan dimulai dari sebuah keberanian; berani berkreativitas untuk bisa mewujudkan impian dan harapan."
Dengan spirit yang kurang lebih sama, kita juga sering dinasihati orang, kendati yang menasihati belum tentu jika diminta melakukannya sendiri, untuk "keluar dari zona nyaman". Itu katanya supaya kita bisa lebih kreatif dan lebih sukses ke depannya.
Siklus keberhasilan seseorang, lebih-lebih suatu usaha, konon memang begitu. Joseph Schumpeter, ekonom yang sekaligus ilmuwan politik asal Austria, punya istilah yang dinamai sebagai "creative destruction" (penghancuran kreatif).
Ini adalah konsep yang sederhananya bisa dimaknai bahwa inovasi dan teknologi baru akan terus-menerus menghancurkan model bisnis, produk, atau teknologi lama, sebelum kemudian menciptakan struktur ekonomi yang jauh lebih efisien. Proses demikian akan mendorong pertumbuhan jangka panjang, kendati menyebabkan disrupsi (sementara).
Itulah pula yang agaknya diimpikan oleh Bung Karno. Dalam pidatonya yang berapi-api pada acara Maulid Nabi tahun 1963, Sang Proklamator menegaskan ingin Indonesia menjadi bangsa yang tak henti-hentinya digembleng oleh keadaan yang up and down. "Digembleng, hampir hancur lebur, bangun kembali; hampir hancur lebur, bangun kembali," tegasnya.
Pasalnya, bila segalanya tenang, kata Si Bung Besar, bangsa kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang besar. Sebab, tak ada yang namanya perjuangan di sana.
Makanya, seperti yang diajarkan pepatah Tiongkok, kita mesti "锐意进取" (ruì yì jìn qǔ): bertekad dan aktif meningkatkan kompetensi diri untuk menjadi manusia maju. (*)
Cheng Yu Pilihan Fashion Designer Gita Orlin: Rui Yi Jin Qu
Kamis 05-03-2026,08:54 WIB
Editor : Indria Pramuhapsari
Kategori :