Prestasi ITS di SEM Asia Pacific and Middle East 2026 (2): Banyak Pengalaman, Sapuangin Juara Lagi

Sabtu 07-03-2026,22:53 WIB
Reporter : Adinda Rahmatanti*
Editor : Indria Pramuhapsari

Sapuangin menunjukkan kelasnya. Tim mobil hemat energi tertua di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu menyabet dua penghargaan sekaligus dalam Shell Eco-marathon (SEM) Asia Pacific and Middle East 2026 di Qatar.

LUSAIL INTERNATIONAL CIRCUIT di Qatar menjadi podium paling anyar Sapuangin. Dua kategori yang diikuti pada 21-25 Januari 2026 itu mencatat prestasi tim kebanggaan ITS Surabaya tersebut. Sapuangin menjadi juara ke-2 Urban Concept Internal Combustion Engine (ICE) dan juara ke-2 Technical Innovation Award.

Harian Disway bertandang ke Markas Sapuangin di Departemen Teknik Mesin pada Kamis, 29 Januari 2026. Banyak mesin dan perkakas di markas yang juga bengkel itu. Azzah Balhmar, external relation sponsorship staff Sapuangin, menyambut.

Tak berselang lama, Candra Iksan Suryana yang berperan sebagai general manager, dan Abhirama Saka yang merupakan vehicle dynamic engineer bergabung dalam obrolan sore itu.

BACA JUGA:ITS di Shell Eco-marathon (SEM) Asia Pacific and Middle East 2026 (1): Antasena Kantongi Tiket Kompetisi 2027

BACA JUGA:Bikin Bangga Indonesia, Nogogeni ITS Team Sabet Juara 2 Shell Eco-marathon Qatar 2026

"Perasaan kami tentunya deg-degan, dari sebelum berangkat, sampai sudah di sana. Takut kalau tidak menghasilkan apa-apa," ungkap Candra membuka percakapan.


SAPUANGIN XI EVO 5.0 berhias tulisan Doa Ibu. Inspeksi ketat dilakukan sebelum kendaraan melaju di lintasan Lusail.--Dokumentasi Humas Sapuangin ITS

Kendaraan yang mereka usung ke Qatar adalah Sapuangin XI Evo 5.0. Demi efisiensi bodi dan maksimalnya inovasi, tim menciptakan kendaraan dengan bentuk menyerupai tetesan air. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, Sapuangin menonjolkan strategi weight reduction.

Abhirama mengatakan bahwa tim melakukan perombakan material. "Kami lumayan fokus ke pengurangan bobot mobil. Ada beberapa part yang diganti agar lebih ringan. Komponen yang sebelumnya besi, kami ganti aluminium," terangnya.

Secara teknis, inovasi material itu memberikan dampak nyata pada konsumsi bahan bakar. Apabila dikonversi ke penggunaan harian di Indonesia, mempertimbangkan variabel kemacetan dan kondisi jalan yang tidak rata, mobil tersebut mampu menempuh jarak sekitar 200 kilometer per liter.

BACA JUGA:Gathering bersama Media, ITS Paparkan Inovasi Riset, Sistem Seleksi Golden Ticket, dan Beasiswa

BACA JUGA:Mahasiswa ITS Ciptakan Inovasi Kapal Ropax Pintar, Sabet Juara 1 Kontes Kapal Indonesia 2025

Saat berkompetisi pada Januari itu, mobil melaju kencang di sirkuit yang bebas hambatan. Efisiensinya pun melonjak hingga menyentuh angka 447,78 kilometer per liter. Tim juga mengoptimalkan sistem manajemen mesin untuk memastikan semprotan bahan bakar benar-benar presisi.

Sapuangin XI Evo 5.0 tampil elegan dengan bodi berwarna hitam glossy. Kilauan warna gelap tersebut dipadukan dengan aksen garis biru, merah, dan kuning yang tegas. Tulisan "Doa Ibu" disematkan di samping nomor lambung 501. Tulisan sederhana yang sarat makna itu menjadi kekuatan tim sekaligus wujud dukungan spiritual.

Kategori :