Pameran Rupa Fest 5 DKV ITS, Angkat Isu Kemanusiaan di Era AI
Mahasiswa DKV Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Gelar Rupa Fest 5, Angkat Isu Kemanusiaan di Era AI-Najwa Rana Iswari-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Festival desain tahunan Rupa Fest kembali diselenggarakan oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Berlangsung di Gedung DKV ITS, 9-13 Februari 2026.
Itu merupakan penyelenggaraan kelima yang mengusung tema Enigmatic Humanism. Sebagai refleksi terhadap posisi manusia dalam praktik desain di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Acara tersebut menghadirkan pameran karya mahasiswa serta alumni. Terdapat rangkaian acara seperti diskusi desain, lokakarya, serta pertunjukan kreatif.
Pameran itu bersifat terbuka untuk umum. Ditujukan sebagai ruang temu antara mahasiswa, pelaku industri kreatif, dan masyarakat luas.
BACA JUGA:Gathering bersama Media, ITS Paparkan Inovasi Riset, Sistem Seleksi Golden Ticket, dan Beasiswa
BACA JUGA:Bikin Bangga Indonesia, Nogogeni ITS Team Sabet Juara 2 Shell Eco-marathon Qatar 2026
Faddel Arya Putra, ketua pelaksana pameran, menjelaskan bahwa tema Enigmatic Humanism diangkat sebagai respon atas maraknya penggunaan AI dalam industri kreatif.
AI dinilai membawa dampak signifikan. Baik peluang maupun tantangan. Khususnya dalam proses penciptaan karya desain.
“Rupa Fest tidak hadir untuk menghakimi penggunaan AI. Tetapi membuka ruang diskusi mengenai bagaimana desainer dapat menyikapi teknologi tersebut secara kritis. Tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Melalui tema tersebut, Rupa Fest mendorong mahasiswa desain untuk tidak hanya fokus pada aspek visual. Tetapi juga memahami konteks sosial dan etika dalam praktik desain.
BACA JUGA:Pameran Seni Expression in Colour, Wujud Kebebasan Berekspresi Anak Tanpa Gawai
BACA JUGA:Sarasehan Jaranan di Sidoarjo Bahas Makna, Struktur, dan Strategi Pelestarian Seni Tradisi
Diskusi mengenai AI menjadi relevan. Mengingat kekhawatiran akan pergeseran peran manusia dalam dunia kreatif.
Berbeda dengan pameran tugas perkuliahan pada umumnya, karya yang ditampilkan dalam Rupa Fest 5 telah melalui proses seleksi terlebih dahulu.
Mereka memilih karya dari mata kuliah video, ilustrasi, hingga studio desain komunikasi visual sebagai representasi karya terbaik mahasiswa.
Rupa Fest merupakan inisiatif penuh dari mahasiswa. Pihak kampus hanya berperan sebagai pendukung fasilitas dan bantuan sponsor.
BACA JUGA:ITS Gagas Solusi Adaptif Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Kawasan, Pernah Raih Juara INOVBOYO 2025
“Mahasiswa adalah calon praktisi desain. Mereka perlu ruang untuk mengasah gagasan. Juga mengekspresikan keresahan mereka terhadap situasi yang sedang terjadi. Termasuk soal AI,” ujar Rahmatsyam Lakoro, Kepala Departemen Desain Komunikasi Visual.

Motion Graphic 360 derajat menjadi daya tarik mengangkat kisah dunia sirkus dalam Rupa Fest 5-Najwa Rana Iswari-Harian Disway
Salah satu karya yang menyita perhatian ialah instalasi motion graphics 360 derajat. Judulnya Di Balik Layar.
Panji Wiradinata bersama timnya, Firmos, menggarap karya tersebut dengan menghadirkan visual yang mengangkat isu eksploitasi dalam pertunjukan sirkus.
Panji menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari konsep dualisme. Yakni perbedaan antara keindahan yang tampak di atas panggung dan realitas yang terjadi di balik layar.
BACA JUGA:Pameran Lukisan Perwajati The Magic of Colours, Representasi Wanita Penuh Warna
Visual karya tersebut diawali dengan suasana sirkus yang penuh warna dan iringan musik ceria. Kemudian berkembang secara bertahap menjadi tegang dan kacau. Itu merepresentasikan tekanan yang dialami para pemeran sirkus.
Melalui karya tersebut, Panji menyampaikan kritik sarkastik terhadap penyelenggara pertunjukan yang tidak bertanggung jawab. "Bahwa tidak semua pertunjukan berlangsung secara manusiawi," katanya.
Tim mengerjakan motion graphics tersebut selama kurang lebih satu bulan. Mulai dari tahap perumusan ide, penyusunan desain frame, hingga proses animasi akhir. Tantangan utamanya ada pada penciptaan atmosfer emosional yang kuat dalam ruang visual 360 derajat.
Di antara deretan karya yang dipamerkan, terdapat salah satu proyek sosial. Proyek tersebut berfokus pada penguatan branding komunitas permainan tradisional di kawasan Kenjeran.
BACA JUGA:Aksera Gelar Pameran Seni Bertajuk Jam Kos00ng, Gaungkan Kebebasan Senyap
BACA JUGA:Festival Musim Semi Tiongkok, Nilai Budaya dan Simbol Persatuan Sosial

Mahasiswa DKV Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Gelar Rupa Fest 5, Angkat Isu Kemanusiaan di Era AI Foto: Salah satu desain Rupa Fest mengangkat tentang Kampung Dolanan yang ada di Kenjeran Surabaya-Najwa Rana Iswari-Harian Disway
Melalui kegiatan riset lapangan, mahasiswa menemukan bahwa komunitas yang dikenal sebagai Kampung Dolanan telah lama aktif memperkenalkan permainan tradisional. Namun, belum memiliki identitas visual yang kuat sebagai penanda keberadaannya.
Yohannes Carlos menjelaskan, ia dan temannya merancang konsep branding. Mulai dari desain gapura dan signage lingkungan, katalog interaktif, hingga merchandise. Seperti pin, gantungan kunci, dan tote bag.
“Kami menemukan masalah utamanya ada di branding dan exposure. Banyak orang tidak tahu kalau di area Kenjeran ada Kampung Dolanan,” ujar laki-laki yang akrab disapa Carlos itu.
Pendekatan visual dibuat ceria dan penuh warna. Menargetkan anak-anak sebagai target utama. “Kami pakai storytelling dan ilustrasi. Supaya permainan tradisional ini bisa lebih menarik buat anak kecil,” jelasnya.
BACA JUGA:Mengingat Kenangan Lewat Seni, Vinautism Gallery Gelar Pameran Seni Rupa Rumah Ingatan
BACA JUGA:UPN Veteran Jawa Timur Gelar Wayangan, Angkat Kisah Sugriwa Subali
Melalui Rupa Fest 5, mereka menegaskan bahwa desain tidak hanya berkaitan dengan aspek estetika. Tetapi juga memuat sikap serta tanggung jawab sosial.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi. Menekankan bahwa kreativitas tetap membutuhkan kesadaran manusia sebagai landasan utama. (*)
*) Peserta Maganghub Kemnaker RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: