Ketika warga negara, perusahaan, dan organisasi Tiongkok lainnya memperluas jangkauan global mereka, Tiongkok akan kian sulit mengendalikan berbagai aktivitas mereka. Dengan demikian, ambiguitas makin dalam dan sulit untuk menyandang status ”pemimpin global”. (*)
*) Rahma Gafmi, guru besar Universitas Airlangga.