Menyoal Nalar Kekerasan

Senin 16-03-2026,14:30 WIB
Oleh: Benni Setiawan*

Proses pencarian ilmu pun menjadi laku kehidupan sepanjang hayat (long time, long life). Sumber ilmu pun dapat didapat dari siapa saja dan mana saja. Sebagaimana petuah bijak Ki Hadjar Dewantara, ”jadikan semua orang guru dan setiap tempat sekolah”. 

Peristiwa kekerasan yang hari-hari ini kita saksikan menjadi bukti nyata bahwa pengendalian diri dan ilmu masih minim dalam jiwa Korps Bhayangkara. Pengarusutamaan pengendalian diri dan ilmu tampaknya menjadi agenda jangka pendek dan jangka panjang bagi kepolisian yang memiliki ”falsafah” melayani, melindungi, dan mengayomi. 

Tiga mantra itu perlu mewujud dalam jiwa kesatria Kepolisian Republik Indonesia sebagai upaya mengimplementasikan sila kedua Pancasila, ”kemanusiaan yang adil dan beradab”.  

Semoga kematian AT menjadi yang terakhir dari tindak kekerasan yang dipertontonkan polisi. Kematian AT perlu menjadi pelajaran bagi semua, bahwa hak hidup itu menjadi kemuliaan manusia. AT adalah anak dan potensi bangsa yang berhak hidup di bumi Indonesia. (*)

*) Benni Setiawan, dosen Fakultas Hukum, Universitas Negeri Yogyakarta. 

Kategori :