Pemudik yang Naik Motor Diimbau Tidak Pakai Sneakers, Ini Sebabnya

Jumat 20-03-2026,15:00 WIB
Reporter : Salsabila*
Editor : Guruh Dimas Nugraha

HARIAN DISWAY - Perjalanan mudik menggunakan sepeda motor masih menjadi pilihan banyak orang. Karena dinilai praktis dan ekonomis.

Namun, di balik kemudahan tersebut, ada risiko keselamatan yang kerap luput dari perhatian. Salah satunya penggunaan sepatu yang tidak sesuai standar berkendara.

Banyak pemudik, khususnya pengguna motor matic, memilih sneakers biasa. Karena dianggap nyaman. Namun, pilihan itu bisa berdampak fatal saat terjadi kecelakaan.

Sneakers Biasa Tidak Memberi Perlindungan Maksimal


Sneakers biasa tidak cocok di gunakan saat mudik dengan berkendara.-Nike-pinterest

Sepatu sneakers pada dasarnya dirancang untuk aktivitas santai atau olahraga ringan. Bukan untuk perlindungan saat berkendara jarak jauh.

BACA JUGA:Sneakers untuk Segala Situasi, Nyaman, Stylish, dan Fleksibel

BACA JUGA:Budget Terbatas? Ini Daftar Sepatu Lari & Jogging Carbon Plate di Bawah Rp1 Juta

Materialnya cenderung ringan dan fleksibel. Sehingga tidak mampu menahan benturan keras. Bagian penting seperti jari kaki, tumit, dan pergelangan tidak dilengkapi pelindung khusus.

Dalam kondisi normal, hal itu mungkin tidak terasa bermasalah. Namun saat terjadi insiden di jalan, kaki menjadi salah satu bagian tubuh yang paling rentan terkena dampak langsung.

Tanpa perlindungan memadai, cedera yang dialami bisa jauh lebih parah dibandingkan jika menggunakan sepatu khusus riding.

Ancaman Serius Bernama Crush Injury

Salah satu risiko paling berbahaya yang mengintai pengendara motor adalah crush injury. Cedera itu terjadi ketika bagian tubuh terhimpit oleh benda berat. Atau mengalami tekanan kuat dalam waktu tertentu.

BACA JUGA:Perbandingan Vibram, Rubber, dan EVA: Sol Sepatu Mana yang Paling Unggul?

BACA JUGA:Butuh Sepatu Lari Baru? Ini 5 Rekomendasi Sepatu Lokal untuk Perempuan!

Dalam kasus kecelakaan motor, kondisi itu bisa terjadi ketika kaki terjepit badan motor, terlindas kendaraan lain, atau terbentur keras ke aspal. Dampaknya tidak hanya sebatas luka luar.

Crush injury dapat menyebabkan kerusakan jaringan otot, patah tulang, gangguan saraf, hingga perdarahan serius.

Kategori :