HARIAN DISWAY - Penyakit setelah Lebaran sering terjadi karena perubahan pola makan yang drastis. Konsumsi makanan berlemak dan manis meningkat tajam saat hari raya. Inilah alasan kenapa banyak orang jatuh sakit usai Idulfitri.
Setelah sebulan berpuasa, tubuh perlu adaptasi kembali. Namun saat Lebaran, banyak orang justru makan berlebihan tanpa kontrol. Hal ini memicu gangguan kesehatan dalam waktu singkat.
Kondisi ini bukan hal baru dan sering terjadi setiap tahun. Bahkan, beberapa penyakit bisa kambuh lebih parah jika tidak diantisipasi. Berikut daftar penyakit yang perlu diwaspadai.
Gangguan Pencernaan
BIJAK mengonsumsi hidangan Lebaran agar tidak mengalami gangguan pencernaan.-Faisal Nurmansyah-Pexels
Gangguan pencernaan seperti perut kembung sering terjadi setelah Lebaran. Ini akibat konsumsi makanan bersantan dan berminyak secara berlebihan.
BACA JUGA:6 Manfaat Buah Delima, Mengurangi Peradangan Hingga Mencegah Penyakit Diabetes
BACA JUGA:Ciri-Ciri Penyakit Ginjal yang Sering Diabaikan, Waspada Sejak Dini!
Sistem pencernaan yang sebelumnya terbiasa ringan jadi kaget. Akibatnya muncul rasa tidak nyaman hingga mual.
Kolesterol Naik
Makanan khas Lebaran banyak mengandung lemak jenuh. Seperti rendang dan opor yang bisa memicu kenaikan kolesterol.
Jika dikonsumsi berlebihan, risiko penyakit jantung meningkat. Terutama bagi yang sudah punya riwayat sebelumnya.
Asam Lambung (Maag)
Perubahan pola makan bisa memicu kenaikan asam lambung. Terutama jika makan tidak teratur saat silaturahmi.
BACA JUGA:Daftar 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan, Iuran 2026 Dipastikan Tetap
BACA JUGA:6 Cara Efektif Membiasakan Anak Cuci Tangan Sejak Dini untuk Cegah Penyakit
Makanan pedas dan santan juga memperparah kondisi. Gejalanya berupa nyeri dada hingga mual.
Gula Darah Naik
MAKANAN MANIS yang banyak disajikan saat Lebaran dapat memicu lonjakan gula darah.--Pinterest