Telepon Penangkis Perang

Jumat 27-03-2026,14:26 WIB
Oleh: Efatha Filomeno Borromeu Duarte

Bukan karena lemah.

Tapi karena menghitung: biaya perang mulai membebani.

Pendapatan tol di Hormuz memang besar, tapi blokade juga memukul ekonomi sendiri.

Maka mereka dengar.

Selektif. Tanpa kehilangan muka.

NATO Cuek

NATO? Tidak ikut.

Jerman bilang: Ini bukan perang kami.

Prancis bilang: Kami ikut kalau pertempuran selesai.

Inggris bilang: Tidak ada rencana.

Donald Trump, pagi itu, 6:16, menulis: NEVER FORGET.

Tiga puluh anggota NATO. Belanja pertahanan USD1,3 triliun.

Pakistan? GDP‑nya lebih kecil dari Belgia.

Anggaran pertahanannya sebagian utang China.

Tapi Pakistan yang punya intelijen.

Pakistan yang menelepon.

Kategori :