Sering Diberi ke Anak, Ternyata Ini Bahaya Susu Kental Manis Menurut Ahli

Senin 30-03-2026,13:36 WIB
Reporter : Akmelia Rabbani
Editor : Indria Pramuhapsari

HARIAN DISWAY – Memberikan susu kental manis sebagai pengganti susu kepada anak masih sering banyak ditemukan dalam masyarakat. Padahal, pemanis dengan rasa susu itu sama sekali bukan susu. 

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa susu kental manis tidak untuk dikonsumsi anak-anak, apalagi setiap hari. Namun, rupanya edukasi dan sosialisasi masih kurang masif.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengategorikan susu kental manis sebagai produk pangan tinggi gula, bukan sebagai sumber utama nutrisi seperti susu segar atau susu formula.

Kandungan gulanya yang tinggi dapat berdampak buruk jika dikonsumsi secara rutin, terutama pada anak-anak. Berikut beberapa dampak yang terjadi pada anak jika susu kental manis menjadi sumber utama nutrisi. 

BACA JUGA:6 Jenis Susu Nabati yang Wajib Dicoba, Favoritnya Gen Z Banget!

BACA JUGA:7 Manfaat Susu Sapi Murni

1. Tinggi Gula, Rendah Nutrisi

Susu kental manis mengandung gula dalam jumlah tinggi, sementara kandungan protein dan lemak sehatnya jauh lebih rendah dibandingkan susu murni.

Hal ini membuat produk ini tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

2. Berisiko Menyebabkan Obesitas

Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia menyatakan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus kelebihan berat badan pada anak di Indonesia.


SUSU KENTAL MANIS mengandung kadar gula yang tinggi dan tidak untuk dikonsumsi anak-anak setiap hari.-Marina M-Pexels

3. Memicu Kerusakan Gigi

Gula yang tinggi dalam susu kental manis juga dapat menyebabkan gigi berlubang. Jika dikonsumsi setiap hari tanpa diimbangi kebersihan gigi yang baik, risiko kerusakan gigi pada anak akan semakin besar.

BACA JUGA:5 Produk Susu Kemasan yang Mengandung Susu Segar dengan Persentase Tinggi

BACA JUGA:Kolaborasi Perdana Gigi Susu dan Four Points Hadirkan Menu Eksklusif di Surabaya

4. Risiko Penyakit Jangka Panjang

Selain itu, konsumsi gula berlebih sejak dini dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes pada masa depan. Anak yang terbiasa dengan rasa manis juga cenderung memiliki pola makan yang kurang sehat saat dewasa.

Ahli gizi menyarankan agar orang tua lebih selektif dalam memilih asupan untuk anak. Susu kental manis sebaiknya hanya digunakan sebagai pelengkap makanan atau minuman, bukan sebagai minuman utama harian.

Dengan memahami risiko tersebut, orang tua diharapkan tidak lagi keliru dalam memberikan asupan kepada anak. Pemenuhan gizi seimbang sejak dini menjadi kunci penting untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal. (*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.

Kategori :