Di Wuhan, bar lain menawarkan koktail berbahan hawthorn dan plum hitam yang disebut-sebut bisa membantu mengatasi kondisi mereka yang gamon atau gagal move on.
Di balik tren ini, terlihat perubahan cara pandang generasi muda terhadap gaya hidup. Mereka tetap menikmati nightlife, tetapi mulai mencoba menyeimbangkannya dengan pendekatan kesehatan.
Gaya hidup ini dikenal sebagai "punk wellness"—sebuah paradoks di mana seseorang tetap menikmati kebiasaan kurang sehat, namun diimbangi dengan ritual kesehatan.
BACA JUGA:Mobil Pengantin Ini Bukan Kendaraan Mewah, tapi Truk Sedot WC
Latar belakang bar herbal yang ada di Tiongkok. Selain minuman herbal, Gen Z di Tiongkok kini juga mulai banyak yang tertarik pada pengobatan tradisional seperti bekam.--
Secara bisnis, tren ini juga tidak kecil. Geliat industri ekonomi malam di Tiongkok mencapai 50 triliun yuan pada 2023. Sementara pasar alkohol berbasis kesehatan diperkirakan menembus 50 miliar yuan pada 2025.
Salah satu pelopor bar TCM di Shanghai bahkan mampu meraup pendapatan hingga 200.000 yuan per bulan dan telah membuka beberapa cabang.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa konsep ini tidak sepenuhnya aman. Konsumsi minuman herbal tidak bisa menggantikan istirahat atau pola hidup sehat.
Selain itu, kombinasi herbal yang tidak tepat juga dapat mengurangi efektivitasnya.
Di sisi lain, tren ini menunjukkan bahwa TCM mulai keluar dari citra lama yang dianggap kuno. Kini, pengobatan tradisional tersebut justru semakin diterima, tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh wisatawan asing. Bahkan, TCM telah menjangkau 196 negara dan digunakan oleh lebih dari sepertiga populasi dunia.
Fenomena ini pada akhirnya menghadirkan pertanyaan yang cukup sederhana. Apakah ini benar-benar bentuk gaya hidup sehat baru, atau hanya cara lain menikmati kehidupan malam dengan kemasan yang berbeda? (*)