Belanja online membawa banyak kemudahan namun perlu dilakukan secara bijak agar keuangan tetap terkendali. --iStock
Jika tidak dikontrol, kebiasaan itu berpotensi menimbulkan masalah finansial. Pengeluaran membengkak, tabungan tergerus. Hingga risiko utang meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi itu justru dapat menambah stres baru.
Meski demikian, bukan berarti belanja harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya terletak pada kesadaran dan pengendalian diri.
BACA JUGA:Bijak Hadapi Godaan Belanja Impulsif di Era Digital
BACA JUGA:Inspirasi Gaya Hidup Homestead ala Yoso Farm, Sambut Hari Tanpa Belanja Sedunia 26 November
Seperti membuat anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memberi jeda sebelum membeli. Itu dapat menjadi langkah sederhana untuk menghindari impulsif.
Fenomena doom spending sekaligus menjadi cerminan tekanan hidup generasi muda di era digital. Ketika stres datang, solusi instan sering kali menjadi pilihan. Namun, tanpa kontrol, kebiasaan itu bisa berubah dari self reward menjadi self sabotage.
Pada akhirnya, belanja memang bisa memberi rasa senang. Tapi jika dijadikan pelarian utama, yang tersisa bukan lagi kepuasan. Melainkan penyesalan.(*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.