Maka, tak mengherankan kalau kerja kerasnya diganjar penghargaan dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi tahun lalu. Dia jadi satu-satunya perwakilan dari Surabaya.
BACA JUGA:6 Puisi Hari Kartini 2025 yang Menginspirasi untuk Caption Media Sosial dan Tugas Sekolah
BACA JUGA:Microfeminism, Bentuk Emansipasi Sehari-hari Ala Kartini Masa Kini
"Saya tidak pernah malu bekerja apapun itu. Selama masih halal, saya lakukan," ungkap perempuan berumur 39 tahun tersebut.
Berkat pengalaman kerjanya sebagai frontliner, Devi diangkat sebagai Duta Pelayanan di Kantor Imigrasi Juanda. Dia senang dengan pekerjaannya saat ini. Karena perlakuan rekan-rekannya yang baik. Benar-benar tidak ada diskriminasi.
Kartini Survivor: Devi Mahardianingtyas, penyandang dwarfisme yang jadi andalan Kantor Imigrasi Juanda menerima penghargaan dari Dirjen Imigrasi pada November 2025. -Devi Mahardianingtyas untuk Harian Disway-
Yang lebih seru, dia sering dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan kantor. "Sekitar 80 persen lah saya dilibatkan dalam kegiatan," katanya semringah.
Devi mengingat-ingat berbagai pengalamannya sambil tersenyum tulus. Misalnya, tantangan dalam dunia pelayanan. Menghadapi emosi para pemohon paspor.
"Kalau orang emosi itu kan perlunya didengar. Jadi kita yang sisi pasifnya aja," kata Devi. "Kita diam dulu. Lalu kita dengarkan apa keluh kesah pemohon itu. Nah, baru kita yang memberikan solusinya," terangnya.
BACA JUGA:15 Link Twibbon Hari Kartini 2025 Lengkap dengan Ide Ucapan
BACA JUGA:Kumpulan 25 Kata-Kata Bijak RA Kartini
Sikap-sikap mereka, yang kadang menjengkelkan, tidak membuat dia menyerah. Malah semakin ingin maju. Upgrade diri, supaya bisa jadi yang terdepan di bidang pelayanan.
"Saya ingin banget karier makin bagus. Terus bisa bikin bangga orang tua dan anak. Dan jadi independent woman," pungkasnya.
Ngomong-ngomong, lima tahun berlalu setelah sang suami tiada, ternyata bisnis jajan pasar yang pernah digeluti Devi tidak berhenti. Dia serahkan pada orang tuanya.
Kini usaha kecil-kecilan tersebut menjadi pemasukan sampingan untuk keluarganya. Ternyata, penyandang dwarfisme, perempuan pula, bisa berdaya! (*)