Kartini Survivor: Devi Mahardianingtyas, Penyandang Dwarfisme yang Jadi Andalan Kantor Imigrasi

Selasa 21-04-2026,09:30 WIB
Reporter : Rossa Handini
Editor : Retna Christa

Ketika menikah dengan pria tambatan hatinya sekira delapan tahun silam, Devi berhenti dari pekerjaan. Fokus mengurus pernikahan. Apalagi, tak lama setelah mengikat janji, mereka dikaruniai buah hati.

Sang suami tidak mengizinkan Devi bekerja kantoran yang terlalu berat. Karena anak mereka masih balita. "Selama mengurus anak, saya nyambi jualan kecil-kecilan. Jual kue-kue pasar," ungkapnya.

Namun nahas nasib Devi. Ketika anaknya baru berusia dua tahun, sang suami meninggal dunia. Devi sadar betul, dia tidak bisa mengandalkan hasil jualan saja untuk membesarkan buah hatinya. Dia harus melanjutkan hidup sebagai seorang single parent.

Dia diterima bekerja sebagai buruh pabrik sepatu di Sidoarjo. Anaknya dia titipkan ke orang tuanya. Bukan situasi yang ideal. Karena pekerjaan tersebut menuntut kondisi fisik yang prima. Upahnya pun tidak terlalu besar.

BACA JUGA:Soul Empower: Kartini Edition, Gelang Manik-Manik Jadi Ajang Self-Healing dan Asah Kreativitas

BACA JUGA:Inspirasi Kebaya Kekinian dan Daftar Kegiatan Hari Kartini, 21 April 2026

Beberapa bulan kemudian dia mendapat info lowongan kerja di kantor imigrasi. Mendengar hal tersebut, dia mendaftar lewat Lembaga Penyaluran Kerja (LPK). Lantas melalui serangkaian proses rekrutmen yang panjang.

Perjuangannya berbuah manis, kini dia menjadi tenaga pelayanan kantor imigrasi di garis depan. Tepatnya sejak 2024 hingga saat ini.


Kartini Survivor: Devi Mahardianingtyas, penyandang dwarfisme yang jadi andalan Kantor Imigrasi Juanda dalam kesehariannya sebagai petugas pelayanan paspor pada awal April 2026. -Devi Mahardianingtyas untuk Harian Disway-

Supervisor pelayanan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Yudho Dwi Anggono menyatakan, pihaknya mengedepankan pelayanan berbasis human being. Salah satunya, membuka kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas.

Yudho bercerita, mereka merekrut Devi setelah berkomunikasi dengan Dinas Sosial. Assessment. Tentang potensi Devi, dan jenis pekerjaan apa yang cocok diberikan kepadanya.

BACA JUGA:Beauty of Balai Pemuda, Bangkitkan Semangat Kartini dari Galeri Merah Putih Surabaya

BACA JUGA:Cahaya Kartini, Pertamina Hadirkan Tiga Perempuan Inspiratif

Maka, setelah diterima, Devi ditempatkan di bagian pelayanan dokumen perjalanan atau pembuatan paspor. Selama bekerja dia menunjukkan kinerja yang sangat baik.

"Tidak ada perbedaan dalam perlakuan dan tugas yang diberikan kepadanya. Dia dapat beradaptasi. Berkomunikasi dengan baik. Dan menjalankan tugasnya secara efektif," papar Yudho. "Bu Devi ini wanita tangguh. Keren sekali," pujinya.

Itu bukan abang-abang lambe. Devi memang membuktikan melalui kinerjanya selama dua tahun di kantor imigrasi. Mulai dari menyambut tamu yang hendak membuat paspor, sampai  berkontribusi di berbagai event kantor.

Kategori :