Bonus Demografi dan Tantangan Pemerataan Pembangunan

Minggu 03-05-2026,06:33 WIB
Oleh: Lilik Sugiharti*

Pertama, memperkuat investasi pada modal manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasional yang relevan dengan kebutuhan industri, disertai perluasan program reskilling dan upskilling bagi angkatan kerja yang rentan terhadap disrupsi teknologi. 

Kedua, ciptakan lapangan kerja formal yang lebih luas dan merata melalui pengembangan industrialisasi modern, ekonomi digital, dan penguatan UMKM produktif agar bonus demografi tidak berubah menjadi pengangguran massal. 

Ketiga, membangun wilayah secara lebih seimbang dengan mengendalikan urbanisasi, mempercepat infrastruktur di luar pusat pertumbuhan, dan menjadikan data kependudukan sebagai fondasi perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. 

Jendela bonus demografi Indonesia tidak akan terbuka selamanya. Dengan kebijakan yang tepat, terkoordinasi, dan bervisi jangka panjang, potensi demografis yang dimiliki hari ini dapat menjadi fondasi kokoh menuju Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan pada 2045. (*)

*) Lilik Sugiharti, guru besar ilmu ekonomi pembangunan dan kependudukan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga.

Kategori :