AI sebagai Daya Perang

Sabtu 23-05-2026,11:26 WIB
Reporter : Efatha Filomeno Borromeu Duarte*
Editor : Yusuf Ridho

TEMAN! Saya baru paham. Rupanya perang dagang chip, perang tanah jarang, perang cloud, semuanya bermuara ke satu titik. Sangat sederhana.

Kill Switch

Tombol yang wujudnya tidak kelihatan. Tidak bersuara. Tapi, klik! Bisa melumpuhkan satu negara dalam semalam.

Begini ceritanya.

Lapis Pertama: Magnet

Tahun 2027 nanti, Amerika Serikat (AS) punya aturan baru. Namanya susah diingat: DFARS 252.225-7052.

Intinya gampang: haram hukumnya ada magnet neodimium dari Tiongkok, Rusia, Iran, atau Korea Utara di dalam alat pertahanan militer. Sampai ke baut pemasok paling bawah.

Bersamaan dengan itu, NSA mewajibkan enkripsi baru.

BACA JUGA:Nestapa Kucing Perang

BACA JUGA:Iran: Perang dengan AS Kemungkinan Pecah Lagi

Namanya CNSA 2.0. Standarnya mutlak: harus anti-retas komputer kuantum. Dua aturan berbeda. Tapi engselnya sama.

Kenapa? Karena dua-duanya butuh rare earth. Tanah jarang.

Dan tanah jarang, Saudara, 90 persen lebih pabrik olahannya ada di Tiongkok. April 2025 lalu, Tiongkok sudah unjuk gigi.

Keluar Pengumuman Nomor 18. Tujuh keluarga tanah jarang jenis menengah-berat dikontrol ketat ekspornya.

Akibatnya? Harga itrium oksida di Eropa melompat seratus kali lipat. Stok disprosium di Jepang tinggal seupil.

Kategori :