AI sebagai Daya Perang

Sabtu 23-05-2026,11:26 WIB
Reporter : Efatha Filomeno Borromeu Duarte*
Editor : Yusuf Ridho

Pentagon resmi menetapkan AI sebagai combat power. Daya tempur. Bukan lagi sekadar asisten pintar untuk mengetik laporan.

Platformnya diberi nama sangar: GenAI.mil.

Anggotanya? Sebanyak 1,3 juta prajurit aktif. Ratusan ribu agen AI dibangun sendiri oleh tentara. Itu bukan main-main. Bukan sekadar demo teknologi di panggung pameran.

Dulu, Agustus 2023, Task Force Lima dibentuk oleh Wakil Menteri Pertahanan Kathleen Hicks.

Umurnya dibatasi, sengaja disuntik mati Desember 2024. Tapi, semua ilmunya disedot ke AI

Rapid capabilities cell. Modalnya 100 juta dolar AS.

Platform GenAI.mil diluncurkan 9 Desember 2025. April 2026, penggunanya sudah tembus 1,3 juta.

Lalu, GenAI Task Force diluncurkan 20 Mei kemarin.

Misinya berani: menanam pakar AI langsung di dalam otak taktik prajurit tempur.

Slogan resminya: collapse decision timelines and increase lethality. Memampatkan waktu pengambilan keputusan. Meningkatkan daya mematikan.

Pimpinannya dua orang: Kapten AU Anthony McHugh dan Kapten AD Ryan Hetrick.

Tugas pertamanya sudah jalan seminggu sebelum pengumuman resmi. Di Fort Carson. Sandinya: Operasi Jailbreak.

Itu ironis. Di dunia sipil, jailbreak itu artinya membobol sistem keamanan handphone atau pagar pengaman AI. Di Angkatan Darat, artinya mendobrak tembok pemisah antar-perangkat lunak mereka.

Hasilnya? Pekerjaan analisis yang biasanya butuh dua hari dapat rampung dalam sepuluh menit.

Delapan Masuk, Satu Diusir

Siapa saja vendor GenAI.mil itu? Ada delapan.

Kategori :