Google Gemini masuk duluan. OpenAI menyusul Februari 2026. Bulan Mei 2026, ekspansinya merangkul xAI, Microsoft, AWS, NVIDIA, Reflection, dan Oracle.
Semua tanda tangan. Setuju dengan kontrak militer apa adanya. Kecuali satu.
Anthropic.
Perusahaan itu mbalelo. Menolak menghapus dua syarat suci mereka: larangan membuat senjata mematikan otonom penuh dan larangan dipakai untuk pengawasan massal warga sipil AS.
Akibatnya? Kontrak 200 juta dolar AS dicoret. Anthropic langsung dicap sebagai ”risiko rantai pasok keamanan nasional”.
Anthropic tidak terima.
Mereka menggugat. Menang di pengadilan distrik pada Maret 2026. Hakim bilang penetapan risiko militer itu sewenang-wenang.
Pentagon banding. Bulan April, pengadilan banding menolak permohonan penundaan dari Pentagon.
Tapi, Pentagon cuek bebek. Delapan vendor lain tetap jalan terus.
Paradoks Karpathy
Ini yang bikin keadaan makin jenaka.
Senin lalu Andrej Karpathy bergabung ke Anthropic. Anda tahu Karpathy? Ia mantan kepala AI Tesla.
Salah seorang otak AI paling brilian sedunia.
Tugasnya di Anthropic: memakai Claude (AI buatan mereka) untuk mempercepat pelatihan Claude generasi berikutnya.
AI melatih AI. Perbaikan diri yang terus-menerus.
Di mana hal brilian itu terjadi? Di perusahaan yang baru saja diusir Pentagon karena menolak menjadikan mesinnya sebagai pembunuh.