Pembangunan Gedung Disway Center di Surabaya Dimulai

Kamis 04-06-2026,19:50 WIB
Reporter : Rossa Handini
Editor : Salman Muhiddin

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Segera hadir gedung baru di Surabaya. Gedung itu akan menjadi markas Harian Disway, Persebaya, dan DBL Indonesia. Lokasinya di jantung Kota Surabaya. Tepatnya di Jalan Ketabang Kali No. 45. Persis di belakang kantor Harian Disway di Jalan Walikota Mustajab 76, Surabaya. Hanya selemparan batu dari Balai Kota Surabaya. Founder Harian Disway Dahlan Iskan sementara menamainya Disway Center.

Proses pembangunan gedung dimulai Kamis, 4 Juni 2026. Groundbreaking ceremony digelar sederhana dan dihadiri oleh 50 undangan. "Nama Disway Center ini sementara. Masih saya rahasiakan dari anak saya (Presiden Persebaya Azrul Ananda) karena dia juga merahasiakan ke saya nama-nama pemain Persebaya tahun depan," kata Dahlan Iskan saat memberikan sambutan.


Founder Harian Disway Dahlan Iskan bagikan cerita rencana pembangunan Disway Center di halaman proyek, pada Kamis, 4 Juni 2026-Boy Slamet-Harian Disway

Menurut Dahlan, ia sempat memasukkan gambar rancangan gedung ke AI (artificial intelligent) dan minta AI merekomendasikan nama gedungnya. Tentu dengan menginformasikan bahwa gedung itu akan dipakai untuk kantor Disway, Persebaya, dan DBL Ternyata AI menyarankan nama gedungnya Bonek Center. Bahkan AI menambahkan foto-foto pemain Persebaya di dinding gedung tersebut. 

BACA JUGA:PT SGN Dukung Hilirisasi Perkebunan Nasional melalui Gerakan Tanam Serentak

BACA JUGA:Pertamina Percepat Transisi Energi Lewat Dekarbonisasi dan Pengembangan Bisnis Rendah Karbon

Groundbreaking ceremony ditandai dengan dua kali pemukulan gong. Awalnya, pemukulan gong dilakukan oleh Isna Iskan, komisaris Persebaya. Beberapa saat kemudian Azrul tiba. Lalu dilakukan pemukulan gong sekali lagi tepat pukul 09.17. Pemukulan gong itu didampingi oleh Dahlan Iskan, Pimpinan Proyek Annie Wong, Direktur Utama Harian Disway Tomy Gutomo, Sekretaris Dinas Kominfo Jatim Putut Darmawan, dan Danramil Genteng Mayor Inf. Komang Dharma Laksamana. 


Komisaris Persebaya Isna Iskan memukul gong pertama tanda dmulainya proyek pembangunan Disway Center,  Kamis, 4 Juni 2026-Boy Slamet-Harian Disway

Setelah gong dipukul, proses pemancangan tiang dimulai. Alat berat hydraulic static pile driver (HSPD) langsung bekerja. Satu per satu tiang pancang dtanam di tanah. "Semoga pembangunannya lancar. Adanya Disway Center ini nanti semoga bisa memberikan kemajuan, kolaborasi, dan kebermanfaatan bagi semua orang," ujar Annie Wong, pimpinan proyek pembangunan Disway Center. 

Saat prosesi pemotongan tumpeng, Dahlan Iskan secara khusus meminta Danramil 0832/02 Genteng Mayor Inf. Komang Dharma Laksamana yang mengawaii. "Tugas Danramil sekarang ini sangat berat dan sangat vital. Harus memastikan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berjalan lancar," kata Dahlan Iskan.

Targetnya, gedung baru selesai awal 2027. Rancangan gedung ini dibuat oleh arsitek Setia Budhijanto. Menurut Dahlan, desain gedung ini belum pernah ada di Surabaya.  


Para tamu dan suasana peresmian proyek Disway Center di Surabaya, pada Kamis, 4 Juni 2026-Boy Slamet-Harian Disway

Penentuan waktu pemukulan gong pukul 09.17 ditentukan oleh Budhi –sapaan Setia Budhijanto. Pemilihan jam tersebut tidak asal. Ada perhitungan angka atau numerologi, dan hari baik berdasarkan hitungan Jawa. “Bulan ini bulan yang bagus untuk orang Jawa dalam memulai usahanya. Bulan Dzulhijah,” terangnya. Bagi masyarakat Jawa, bulan ini dianggap sebagai salah satu waktu paling sakral dan penuh berkah dalam penanggalan kalender Jawa. 

BACA JUGA:Redam Pelemahan Rupiah, Pemerintah Diminta Perkuat Konsumsi Domestik dan Kurangi Ketergantungan Impor

BACA JUGA:IHSG Kena Imbas Rupiah Anjlok, Turun 4,11 Persen ke Level 5.941

Kategori :