Ngebel KOM 2026 Digelar Perdana: Ramah Buat Pemula, Peserta Membeludak

Sabtu 01-08-2026,08:39 WIB
Reporter : Ghinan Salman
Editor : Retna Christa

MADIUN, HARIAN DISWAY - KAI NGEBEL KOM 2026 digeber pada Sabtu pagi, 1 Agustus Juni 2026. Sekitar 500 cyclist dari 210 komunitas, 89 kota, 20 provinsi, dan tujuh negara dilepas dari kantor KAI DAOP 7 Madiun untuk memulai perjalanan menuju Telaga Ngebel, Ponorogo.

Ini adalah event KOM yang paling baru dari Mainsepeda. Jadi, bisa dibilang, semua orang adalah debutan.

Semua baru kali pertama akan menikmati sensasi gowes di Jawa Timur bagian barat. Yang memiliki bentang alam berbeda dengan ajang KOM Mainsepeda sebelumnya. Seperti Bromo KOM dan Banyuwangi Ijen KOM.

Namun hebatnya, peserta langsung membeludak. Jumlah yang mendaftar jauh melampaui perkiraan penyelenggara. Bahkan, Ngebel KOM 2026 dipastikan jadi event perdana Mainsepeda yang pesertanya paling besar.

BACA JUGA:Pesepeda Asal Iran Singgah di Magelang, Borobudur Jadi Tujuan Utama Arezoo Eskandari

BACA JUGA:Bromo KOM 2026 Bawa Berkah bagi Kabupaten Pasuruan, Wisata hingga UMKM Bergeliat

Sebagai perbandingan, ketika Bromo KOM kali pertama digelar, cyclist yang mendaftar "hanya" 350 orang. "Ngebel KOM ini event perdana kita yang langsung nge-boom," kata Azrul Ananda, founder Mainsepeda.

Madiun, selain pecel, juga identik dengan kereta api. Wilayah berjuluk Kota Gadis itu adalah pusat industri kereta api terbesar di Indonesia. Berbagai gerbong kereta yang Anda nikmati jika bepergian ke luar kota, diproduksi di sana.


NGEBEL KOM 2026 digelar, paling ramah buat pemula, peserta langsung ngeboom. Foto: sekitar 500 peserta KAI Ngebel KOM 2026 dilepas dari kantor KAI DAOP 7 Madiun, 1 Agustus 2026. -Mainsepeda-

Maka, Ngebel KOM memilih Kantor KAI DAOP 7 Madiun sebagai titik start. Gedungnya cantik. Bersejarah. Estetik. Cantik untuk background foto sebelum flag off.

Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun bangga Kota Madiun dipilih sebagai tuan rumah KAI Ngebel KOM 2026. Menurutnya, meski Madiun adalah kota kecil, kesempatan itu menjadi ajang untuk memamerkan perkembangan kota. Juga memperkenalkan Madiun kepada peserta yang sebagian besar berasal dari luar daerah.

BACA JUGA:Sekda Kabupaten Pasuruan Pimpin Koordinasi Lintas Sektor Bromo Kom 2026

BACA JUGA:Wali Kota Pasuruan Dukung Penuh Bromo Kom 2026, Sebut Jadi Event Sepeda Bergengsi

Hal itu memberikan dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata. "Hotel-hotel penuh, kuliner ramai dikunjungi, dan masyarakat mendapat kesempatan untuk menunjukkan keramahan khas Madiun," katanya.

Bagus juga takjub dengan antusiasme dari komunitas sepeda. Padahal target awal hanya 300 peserta, namun jumlah pendaftar melonjak hingga 500 orang. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa Madiun mampu menjadi tuan rumah berbagai event besar.

Ia berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, bahkan dengan skala lebih besar dan kategori yang lebih beragam agar masyarakat Madiun juga bisa ikut berpartisipasi.

"Mainsepeda ini luar biasa. Dampaknya bagi ekonomi dan pariwisata tentu sangat terasa. Harapan kami, tahun berikutnya kegiatan seperti ini bisa kembali digelar di Madiun," kata Bagus.

BACA JUGA:Sambut Cyclist di Finish Bromo Kom, Wali Kota Pasuruan Apresiasi Bromo Kom

BACA JUGA:Bupati Pasuruan Hadir di Antangin Bromo KOM 2025, Dukung Sport Tourism di Bumi Untung Suropati

Azrul Ananda menyampaikan rasa syukur atas tingginya minat peserta. Menurutnya, antusiasme peserta di gelaran perdana KAI Ngebel KOM 2026 benar-benar melampaui ekspektasi.

"Kami tidak menyangka. Biasanya kalau bukan Bromo KOM, pesertanya tidak sebanyak ini," kata Azrul. "Tapi kali ini langsung 500 peserta, dan kami bahkan harus menutup pendaftaran karena permintaan begitu tinggi," ujarnya.

Azrul menilai Kota Madiun sangat mendukung penyelenggaraan KAI Ngebel KOM 2026. Ada banyak cyclist yang menikmati suasana kotanya. Juga kuliner-kuliner khas di Pahlawan Street.


NGEBEL KOM 2026 digelar, paling ramah buat pemula, peserta langsung ngeboom. Foto: Azrul Ananda memberi briefing peserta sebelum start, 1 Agustus 2026. -Mainsepeda-

"Tepuk tangan juga untuk Kota Madiun yang asyik banget. Terima kasih kepada Bapak Plt Wali Kota Madiun," kata Azrul.

Selain jumlah pesertanya yang membludak, lokasi start Ngebel KOM juga tergolong unik. Itu karena ditempatkan di depan Stasiun Madiun. "Saya ucapkan terima kasih kepada KAI, mari kita beri tepuk tangan untuk KAI," imbuh Azrul.

BACA JUGA:Wali Kota Pasuruan: Bromo Kom Sebagai Promotor Sport Tourisme

BACA JUGA:Bupati Pasuruan Takjub Animo Bromo Kom Challenge 2025, Jadi Magnet Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Azrul Ananda menobatkan KAI Ngebel KOM 2026 sebagai event KOM termudah Mainsepeda. Jaraknya total tidak sampai 100km. Tanjakannya masih ramah, meskipun memiliki karakter unik. Para peserta diperkirakan menaklukkan rute tersebut di bawah empat jam.

Dari DAOP 7 Madiun, peserta akan diajak menyusuri Pahlawan Street Center, jalan utama Kota Madiun yang ikonik. Di kanan kirinya ada miniatur landmark dunia seperti Patung Liberty, Kakbah, Patung Merlion, hingga Menara Eiffel.

Setelah itu, mereka bakal menuju pit stop di UIN Kiai Ageng M Besari, Kabupaten Ponorogo, di KM 54,5. Setelah rehat sejenak, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi start KOM Challenge yang jaraknya hanya 2,5km dari pit stop.

Nah, dari situ keseruan dimulai. Para peserta akan menempuh rute KOM Challenge sepanjang 15km menuju Telaga Ngebel yang cantik di kaki Gunung Wilis. Pemandangannya indah, udaranya sejuk, dan tanjakannya tidak terlalu menyiksa.

BACA JUGA:Wawali dan Pj Bupati Pasuruan Ajak Peserta Bromo Kom X Eksplor Pasuruan

BACA JUGA:Ratjoen CC Gelar Syukuran Setelah Anggotanya Rebut Kembali Juara Bromo KOM Kategori 60+


NGEBEL KOM 2026 digelar, paling ramah buat pemula, peserta langsung ngeboom. Foto: Para peserta melintasi Pahlawan Street Center, jalan utama Madiun yang cantik start, 1 Agustus 2026. -Mainsepeda-

Rute tersebut hanya memiliki total elevasi 830 meter, hanya separonya Bromo KOM. Gradien maksimumnya 19 persen. Hal itu menjadikan KAI Ngebel KOM 2026 sebagai ajang nanjak paling bisa dinikmati di semua rangkaian event Mainsepeda.

Finis KOM berlokasi di PLTA Ngebel, yakni di KM 72. Itu tepat sebelum Telaga Ngebel. Dari situ, peserta tidak berhenti. Mereka masih harus mengitari separo telaga seluas 150 hektare tersebut. Untuk menuju race village yang berlokasi di Dermaga Ngebel, di KM 75,5.

Meski baru kali pertama diselenggarakan, KAI Ngebel KOM 2026 sudah menarik perhatian cyclist dari berbagai daerah. Komunitas-komunitas lokal, seperti dari Madiun dan Magetan, menerjunkan pasukan.

Beberapa peserta tercatat berasal dari luar Jawa. Ada pula warga negara asing. Antara lain dari Australia, Tiongkok, Kolombia, Prancis, Jerman, dan Belanda.

Ajang Men Elite dan Women Elite juga tetap menjadi persaingan para cyclist profesional. Sejumlah atlet balap sepeda Indonesia dipastikan hadir. Termasuk peraih medali SEA Games Ali Agung Sahbana, Samai Amari, dan Crismonita Dwi Putri.

Nah, yang paling baru dari Ngebel KOM 2026 adalah hadirnya kategori 21 and Under. Khusus untuk anak-anak muda di bawah 21 tahun.

BACA JUGA:Pj Bupati Pasuruan Jadikan Bromo Kom Momen Promosikan Potensi Wisata

BACA JUGA:Gus Ipul: Bromo KOM Challenge 2023 Membantu Promosi Wisata di Kota Pasuruan


NGEBEL KOM 2026 digelar, paling ramah buat pemula, peserta langsung ngeboom. Foto: Para peserta melintasi rel kereta api di dekat start, 1 Agustus 2026. -Mainsepeda-

Ternyata pesertanya membeludak. Sekitar 40 pembalap belia, putri dan putra, mendaftar. Mereka rata-rata sangat optimistis dan antusias. Semua pembalap berani mengejar podium, meski ada yang baru kali pertama terjun di event KOM.

Dan itu bukan keyakinan kosong. Azrul Ananda pun mengatakan bahwa KAI Ngebel KOM 2026 adalah event KOM yang paling ramah buat cyclist pemula.

Dilihat dari jarak, elevation gain, hingga gradien tanjakannya relatif bisa diatasi. Meski memiliki keunikan dan tantangan tersendiri.

Soal batas waktu atau CoT yang ditetapkan panitia pukul 11.30 WIB tidak perlu menjadi dikhawatirkan. Sebab, target CoT yang ditetapkan sangat realistis untuk dicapai.

"Tim Mainsepeda bahkan memprediksi seluruh peserta mampu menyelesaikan rute tepat waktu, enggak ada yang melampaui CoT," yakin Azrul.

Tantangan baru, keunikan rute, dan keindahan panorama Telaga Ngebel menjadi beberapa alasan mengapa KAI Ngebel KOM 2026 menarik hati para cyclist. Meski baru sekali diselenggarakan, ia sudah menjanjikan experience berbeda buat mereka. (*)

Kategori :