Menjaga Danau, Menjaga Kehidupan

Menjaga Danau, Menjaga Kehidupan

ILUSTRASI Menjaga Danau, Menjaga Kehidupan.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

SETIAP KALI melihat permukaan danau yang tenang, kita sering lupa bahwa di bawah air yang tampak diam itu berlangsung kehidupan yang sangat dinamis. Ada ikan yang mencari makan, plankton yang tumbuh, tumbuhan air yang berfotosintesis, burung yang mencari mangsa, dan masyarakat yang menggantungkan sebagian kehidupannya pada air tersebut. 

Danau bukan sekadar genangan air. Ia adalah ekosistem, sumber pangan, ruang ekonomi, sekaligus bagian dari sejarah dan kebudayaan masyarakat.

Pada 27 Agustus 2026, Indonesia memperingati Hari Danau Sedunia dengan tema Healthy Lakes, Saving Generation. Tema itu terasa sangat relevan karena masa depan danau pada akhirnya adalah masa depan manusia yang hidup di sekitarnya. 

Pemerintah Indonesia sendiri mencatat bahwa terdapat ratusan danau dan situ yang menjadi bagian penting dari sumber daya air nasional, sementara sistem informasi danau BRIN terus menghimpun data untuk mendukung pengelolaan danau berbasis pengetahuan.

Danau Indonesia dan Wajah Danau-Danau Jawa Timur

Indonesia memiliki danau dengan asal-usul yang sangat beragam: danau tektonik, vulkanik, karst, danau rawa, hingga waduk yang terbentuk karena pembangunan bendungan. Masing-masing mempunyai karakter hidrologi, kualitas air, serta komunitas tumbuhan dan hewan yang berbeda.

Jawa Timur mempunyai kekayaan danau yang menarik. Di kawasan pegunungan dan vulkanik terdapat banyak danau yang oleh masyarakat disebut ranu. Salah satu kawasan yang sangat khas berada di sekitar Gunung Lamongan, terutama Kabupaten Lumajang dan Probolinggo. 

Ranu Klakah, Ranu Pakis, dan Ranu Bedali merupakan tiga danau yang letaknya berdekatan dan dikenal sebagai kawasan ”Segitiga Ranu”. Di sekitar Gunung Lamongan bahkan terdapat banyak cekungan maar yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik masa lalu. 

Di bagian lain Jawa Timur terdapat Ranu Grati di Kabupaten Pasuruan, Telaga Ngebel di Ponorogo, Telaga Sarangan di Magetan, serta berbagai ranu dan telaga berukuran lebih kecil. Selain danau alami, Jawa Timur memiliki banyak waduk yang memainkan peran penting bagi irigasi, penyediaan air, pengendalian banjir, perikanan, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, sebaran danau Jawa Timur tidak terkonsentrasi di satu wilayah. Ia mengikuti bentang alam provinsi tersebut, terutama kawasan pegunungan dan daerah yang memiliki sejarah aktivitas vulkanik. 

Daftar danau alami terluas di Jawa Timur juga menunjukkan keberadaan Ranu Grati, Telaga Ngebel, Ranu Pakis, Telaga Sarangan, dan Ranu Segaran sebagai bagian penting dari lanskap perairan Jawa Timur. 

Lebih dari Sekadar Sumber Air

Fungsi danau sebenarnya jauh lebih luas daripada yang terlihat dari permukaannya. Secara ekologis, danau menjadi habitat berbagai organisme air dan darat. Danau menyimpan air, mengatur tata air lokal, menyediakan habitat ikan dan biota lainnya, serta menjadi tempat persinggahan berbagai jenis burung.

Secara ekonomi, danau menyediakan ikan untuk konsumsi dan perdagangan, mendukung kegiatan budi daya, pertanian, pariwisata, transportasi lokal, hingga usaha kecil masyarakat di sekitar kawasan perairan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: