KAI Ngebel KOM 2026: Men Elite Seru, Juara Hanya Menang Setengah Roda
KAI Ngebel KOM 2026: Men Elite superseru, juara hanya menang setengah roda. Foto: M Imam Arifin (kiri) dan Rizki Noufal melintasi garis finis hampir bersamaan, 1 Agustus 2026. -Mainsepeda-
MADIUN, HARIAN DISWAY - Drama terjadi di kategori Men Elite KAI Ngebel KOM 2026. Pembalap Nusantara Cycling Team Muhammad Imam Arifin bersaing ketat dengan Rizki Aditya Nouval dari Pontianak Wijaya Racing (PWR) sampai garis finis.
Nge-push habis-habisan, Imam Arifin akhirnya menjadi juara setelah memenangi adu sprint tipis atas Rizki. Keduanya menembus finis di PLTA Ngebel, Kabupaten Ponorogo, hanya dengan selisih setengah roda!
"Persaingan benar-benar ketat di 300 meter terakhir dari belokan kanan," ungkap Imam Arifin.
"Sejak 2 hingga 3 kilometer terakhir memang tinggal kami berdua. Saya lihat peluang lalu langsung ambil momentum sprint," lanjut pembalap yang mencatatkan waktu 31 menit 12 detik tersebut.
Ya, keduanya hanya membutuhkan waktu setengah jam lebih sedikit untuk menuntaskan KOM Challenge sejauh 15 km dengan elevation gain total 830 meter tersebut.
BACA JUGA:Ngebel KOM 2026 Digelar Perdana: Ramah Buat Pemula, Peserta Membeludak
BACA JUGA:Bromo KOM 2026 Bawa Berkah bagi Kabupaten Pasuruan, Wisata hingga UMKM Bergeliat
Balapan berjalan dinamis sejak awal start KOM di kawasan Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Kendati karakter tanjakan tidak semelelahkan ajang KOM lain seperti Bromo atau Dholo, persaingan antartim profesional berjalan taktis.

KAI Ngebel KOM 2026: Men Elite superseru, juara hanya menang setengah roda. Foto: M Imam Arifin (empat dari kanan) menerima jersey King of the Mountain di podium yang berlokasi di tepi Danau Ngebel, 1 Agustus 2026.-Mainsepeda-
Tim PWR langsung tampil agresif melancarkan attack beruntun untuk memecah peloton. Rizki Aditya Noufal sempat menyerang di zona awal pada sisa jarak 12 kilometer menuju finis. Namun, upaya pelarian pertamanya berhasil diredam.
Memasuki 4 kilometer terakhir, persaingan menajam ketika Noufal kembali melancarkan akselerasi penentu. Langkah itu diantisipasi dengan cermat oleh Imam Arifin, yang sejatinya datang dengan karakter pembalap all-rounder.
Keduanya pun melepaskan diri dari rombongan dan berduel sengit hingga garis akhir.
Drama memuncak pada 200 meter menjelang finis. Noufal yang sejatinya memimpin sempat terhalang sudut tikungan sempit di sisi kiri. Momentum tersebut dimanfaatkan Imam Arifin untuk melancarkan serangan akhir.
BACA JUGA:Bupati Pasuruan Sambut Gembira Pitstop Bromo Kom Pindah di Kabupaten Pasuruan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: