Hingga di sini, dapat dikonstatasikan bahwa rekayasa benturan ras bukan terutama persoalan rasisme individual. Melainkan, persoalan struktural mengenai bagaimana negara, elite, lembaga, media, dan teknologi mengubah perbedaan sosial menjadi sumber daya kekuasaan.
Berhal begitu, solusi klinisnya haruslah struktural, yaitu tidak sekadar meminta warga untuk jangan rasis. Tapi, mengubah insentif politik, institusi, ekosistem informasi, dan distribusi kekuasaan yang menyebabkan benturan rasial memikat untuk direkayasa. Nah! (*)
*) Haryadi adalah dosen FISIP, Unair, dan penasihat senior Lab 45.