Gus Kikin tidak boleh hanya menjadi ketua umum bagi mereka yang memilih atau mendukungnya. Ia harus menjadi ketua umum bagi seluruh NU.
Demikian pula KH Miftachul Akhyar. Sebagai rais aam yang kembali memperoleh amanah, beliau memiliki posisi strategis untuk menjadi simpul rekonsiliasi seluruh potensi NU.
Pesan AHWA sendiri sangat jelas bahwa rais aam diminta merangkul seluruh potensi NU untuk bersama-sama merawat dan mengurus jam’iyah.
Artinya, pekerjaan pertama kepemimpinan baru bukan membagi-bagi posisi, melainkan menyatukan kembali energi yang tercerai selama kompetisi.
NU dan Bahaya Kemenangan Politik
Sejarah NU memperlihatkan bahwa hubungan antara agama, organisasi, dan kekuasaan bukan perkara sederhana.
Martin van Bruinessen, dalam NU: Tradisi, Relasi-relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru, menggambarkan bahwa NU sebagai organisasi yang perubahan sosial dan pemikirannya berlangsung rumit, beragam, bahkan kontradiktif. NU tidak pernah berada dalam ruang hampa. Ia selalu bernegosiasi dengan perubahan sosial dan relasi kekuasaan di sekitarnya.
Karena itu, salah satu ujian terbesar kepemimpinan 2026–2031 adalah menjaga jarak yang sehat dengan kekuasaan.
Bukan berarti NU harus anti-pemerintah. Bukan pula berarti NU harus menjauh dari negara.
NU justru harus menjadi mitra kritis negara: ia mendukung kebijakan yang baik, mengoreksi yang keliru, dan tetap memiliki keberanian mengatakan tidak ketika kepentingan publik dipertaruhkan.
Di sinilah konsep civil society menjadi relevan.
Organisasi masyarakat sipil memperoleh kekuatannya bukan karena kedekatan dengan penguasa, melainkan karena kemampuannya menjadi kekuatan sosial yang relatif mandiri.
Jika NU terlalu dekat dengan kekuasaan, ia berisiko kehilangan daya kritis.
Sebaliknya, jika NU mampu menjaga independensi sambil tetap membangun komunikasi dengan negara, ia dapat memainkan peran yang jauh lebih strategis sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
NU tidak membutuhkan kekuasaan untuk menjadi besar. NU justru harus menunjukkan bahwa ia besar karena kepercayaan masyarakat.
NU mempunyai sesuatu yang sangat jarang dimiliki organisasi lain, yaitu jaringan sosial yang luar biasa luas.