Menjelajah Lautan Teduh (2): Misi Diplomasi Dimulai dari Kampus

Senin 14-09-2026,14:29 WIB
Reporter : Doan Widhiandono/ Rizkya Dwijayanti
Editor : Noor Arief Prasetyo

Sejatinya, perjalanan kami sudah dimulai sejak awal pekan lalu. Yakni, ketika Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya secara resmi melepas lima dosen dan mahasiswa untuk bergabung dalam Satgas Terpadu Port Visit 2026. Pelepasan berlangsung di Gedung R. Ing. Soekonjono, Rektorat Untag Surabaya, 7 September 2026.

HARI itu, kami sudah berkumpul di kampus selepas tengah hari. Dan tidak biasanya kami ’’tampil keren’’ dengan jas atau blazer hitam. ’’Kan kita ini punya misi diplomasi,’’ kata Yuniar Dwi Putri, mahasiswa Fakultas Psikologi itu.

Ya, lima orang dari Untag Surabaya akan mengikuti pelayaran sekitar 60 hari menuju empat negara Pasifik Selatan: Vanuatu, Fiji, Solomon Islands, dan Papua Nugini.

Kami membawa misi akademik sekaligus menjadi bagian dari diplomasi Indonesia. Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro ST., MT. menyebut keterlibatan kampus dalam misi tersebut sebagai kebanggaan.

“Keterlibatan dalam misi ini akan menambah portofolio internasional kampus kita,” katanya. “Dan keterlibatan dalam misi ini juga sebuah wujud nyata keterlibatan universitas dalam misi negara, misi diplomasi di Pasifik Selatan,” tambahnya.

BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (1): Patriot Merah Putih dengan Misi Diplomasi

BACA JUGA:Ribuan Mahasiswa Baru Untag Surabaya Ambil Atribut PKKMB 2026, Antusias Sambut Kehidupan Kampus

Karena itu, Rektor meminta kami melaksanakan misi dengan penuh tanggung jawab. ’’Manfaatkan ini untuk menambah kompetensi sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing,” ujarnya.

Ada pula kewajiban setelah pulang. “Setelah selesai kegiatan pasti harus presentasi di kami.” Nah…

Acara pelepasan berlangsung formal. Secara simbolis, Rektor memberikan topi merah untuk dikenakan.

Harjo juga menegaskan identitas Untag sebagai Kampus Merah Putih. Ia bercerita bahwa selama tujuh tahun kampus menghentikan aktivitas setiap pukul 10.00 untuk menyanyikan Indonesia Raya. Pada minggu kedua setiap bulan, warga kampus mengenakan pakaian adat.

“Kampus Nasionalis. Jangan diragukan lagi kesetiaan kami pada NKRI, harga mati,” katanya.

Kolonel Laut (P) Cahyo Hendro Guritno, M.Tr.Hanla., M.M., Dansatban Koarmada III, mengatakan peserta Port Visit 2026 merupakan bagian dari diplomasi Indonesia. “Mereka adalah perwakilan duta diplomasi Indonesia,” kata Cahyo.

Menurut Cahyo, diplomasi merupakan salah satu fungsi TNI Angkatan Laut selain penegakan hukum dan kedaulatan negara di laut. “Diplomasi tidak harus dengan meja perundingan.”


ARAHAN dari Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Dr Harjo Sepputro ST MT, Senin 7 September 2026. Acara tersebut dihadiri Cahyo Hendro Guriitno M,Tr.Hanla., M.M., Dansatban Koarmada III ((kiri) dan Kolonel Laut (P) benedictus Hery Murwanto, SH.MH (-Humas Untag Surabaya-

Kategori :