HARIAN DISWAY - Taruhan gelar juara dunia MotoGP 2026 berada di ujung tanduk, setelah Jorge Martin mengonfirmasi akan menjalani evaluasi medis krusial pasca-GP Austria guna menangani cedera jepitan saraf parah (sindrom kompartemen) di lengan kanannya, ancaman fisik berat yang berpotensi merusak duel perebutan takhta melawan Marc Marquez, saat musim memasuki fase paling krusial.
Jorge Martín dikabarkan akan menjalani evaluasi medis krusial pada Rabu, 16 September, akibat gangguan saraf di lengan kanannya. Kondisi ini mengancam peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Pembalap Aprilia Racing yang dibebat cedera sejak bergabung dengan tim pabrikan tersebut mengalami sindrom kompartemen (jepitan saraf) parah secara mendadak, saat tampil di Grand Prix San Marino akhir pekan lalu.
Meski sempat tampil gemilang dan memimpin balapan selama lima lap (lap 7–12), rasa sakit serta mati rasa memaksanya merosot hingga finis di posisi kelima.
Pembalap asal Spanyol itu dijadwalkan menjalani pemeriksaan spesialis di Barcelona. Tim dokter ahli cedera ekstremitas atas akan menilai tingkat kerusakan sekaligus menentukan metode penanganan terbaik.
BACA JUGA: Ducati Curi Start Kembangkan Motor 850cc Demi MotoGP 2027
BACA JUGA:CEO Ducati Puji Evolusi Marc Marquez di MotoGP 2026
Martin tetap bertolak ke Spielberg untuk melakoni GP Austria akhir pekan ini. Keputusan tindakan operasi akan bergantung pada respons lengannya saat mengaspal di sirkuit Red Bull Ring.
Operasi sindrom kompartemen sebenarnya tergolong prosedur ringan dengan masa pemulihan relatif cepat, sehingga ia berpotensi kembali fit pada GP Jepang, 4 Oktober mendatang.
Namun, Martin tetap bersikap hati-hati. "Operasi selalu memiliki risiko dan komplikasi. Itu hal yang harus dipertimbangkan secara matang," ujar Jorge Martin, seusai balapan di San Marino.
Jorge Martin (89), diapit Marc Marquez (93) dan Alex Marquez (73), pada GP Misano 2026--Twitter motorpoint_es @motorpoint_es
Ia menambahkan, "Setelah Austria, kami akan mengevaluasi cara mengatasi kendala fisik ini dan mencari solusi terbaik." Pungkaanya
Mengulas balapan di Misano, ia mengungkapkan, "Hasilnya memang tidak sesuai harapan. Namun, saya tetap mengambil sisi positifnya. Sentuhan dan kecepatan saya sangat baik saat balapan panjang, saya bisa berkendara sesuai gaya saya sampai lengan bawah mulai kaku." Ujar Jorge Martin.
BACA JUGA:Drama GP Misano: Saat Lengan Jorge Martin Menyerah dan Marc Marquez Mengancam Kejuaraan
BACA JUGA:Hasil MotoGP Misano 2026: Marc Marquez Menang, Klasemen Makin Panas
Kegigihan Martin terlihat jelas dalam persaingan sengitnya dengan Marc Marquez. Usai memuncaki klasemen di Assen pada akhir Juni dengan 193 poin, dimana ia unggul 40 angka dari Marc Marquez yang saat itu tertahan di posisi kelima, tapi kini keduanya mengoleksi poin setara, yakni 274 poin. Meski begitu, Marc Marquez unggul lewat raihan lima kemenangan berbanding satu milik Martin.
"Sekarang waktunya fokus ke Austria, sirkuit yang sangat saya sukai," tegas Jorge Martin, menegaskan komitmennya untuk bangkit di tengah situasi perburuan gelar juara yang mulai kritis.(*)