PECINAN: You Luan Jun, Wu Luan Guo, Penguasa Mengacaukan Negara

Jumat 18-09-2026,09:16 WIB
Reporter : Novi Basuki
Editor : Indria Pramuhapsari

Huizong masih melanjutkan pengakuannya, "Pajak yang terlalu berat telah menguras habis harta rakyat... Terlalu banyak proyek dikerjakan tanpa manfaat yang berarti. Hidup berlebihan dan bermewah-mewahan telah membudaya."

BACA JUGA:PECINAN: Hui Ji Ji Yi, Tidak Mengakui Sakit Malah Membenci yang Tunjukkan Penyakit

BACA JUGA:PECINAN: Guan Li Shou Zang Zhe Bu Yuan, Pejabat Korup Tidak Boleh Diampuni

Belum cukup di situ, Huizong lantas menyalahkan dirinya, "Bencana yang datang sebagai peringatan dari Yang Mahakuasa berulang kali melanda, tetapi aku tidak menyadarinya; rakyat menyimpan keluhan dan kemarahan, tetapi aku tidak mengetahuinya. Ketika menelusuri kembali kesalahanku sendiri, penyesalan kini sudah terlambat" (灾异屡见而朕不悟;众庶怨怼而朕不知。追惟己愆,悔之何及).

Barangkali sebagai wujud "penebusan dosa", tak lama setelahnya, Huizong memundurkan diri dari jabatannya.

Ya, saat negerinya didera masalah, seorang pemimpin memang harus berani melakukan autokritik dan membenahi sesuatu yang dinilai turut menjadi musababnya. Sebab, kata Xun Kuang, "Ketika penguasa keliru dalam berpikir dan bertindak, yang dipertaruhkan adalah keselamatan bangsa dan negara" (君有过谋过事,将危国家陨社稷之惧也).

Tak heran bila filsuf yang hidup pada kisaran 310–238 SM itu juga menegaskan, "有乱君,无乱国" (yǒu luàn jūn, wú luàn guó): tidak ada negara yang kacau dengan sendirinya, yang ada ialah penguasa yang membuat kacau negaranya. (*)

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Chief Economist BCA David Sumual: Shen Mou Yuan Lu

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan CEO PT Konut Indo Phinisi Williang Gosal: Tou Tao Bao Li

 

Kategori :