HARIAN DISWAY - Di sebuah negeri nun jauh di sana, rasanya hil yang mustahal ada seorang penguasa yang dengan lantang berkata kepada rakyatnya, "Negeri ini sedang kacau karena aku telah gagal menjalankan pemerintahan!"
Yang agaknya lebih mungkin terjadi: ia akan menuding lawan politik, menyalahkan asing, atau mencari kambing hitam tak kasatmata lainnya sebagai biang kerok.
Sebaliknya, di Tiongkok, terutama sejak zaman Dinasti Han, para kaisarnya mempunyai tradisi mengeluarkan "罪己诏" (zuìjǐ zhào): maklumat pengakuan kesalahan diri. Maklumat semacam ini biasanya dikeluarkan ketika negeri dilanda bencana, kekacauan politik, krisis ekonomi, atau pelbagai keadaan buruk lainnya.
Dengan itu, kaisar mengakui ada yang salah dalam pemerintahannya dan, sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, ia bersedia memikul tanggung jawab.
BACA JUGA:PECINAN: Jun An Chen Yu, Wei Wang Bu Yuan, Penguasa Gelap dan Penjilat Hancurkan Negeri
Salah satu contoh "maklumat pengakuan kesalahan diri" yang paling monumental ialah yang dikeluarkan Kaisar Han Wudi pada 89 SM. Setelah bertahun-tahun menghabiskan anggaran negara yang amat besar untuk ekspansi militer, Han Wudi menyadari kebijakannya terlampau membebani dan menyengsarakan rakyat.
Maklumatnya bahkan dibuka dengan pengakuan yang begitu telak: "Sejak aku naik takhta, tindakan-tindakanku telah kelewat batas dan membuat rakyat di seluruh negeri menderita. Kini, menyesal pun, semua itu tak mungkin lagi dapat diperbaiki" (朕即位以来,所为狂悖,使天下愁苦,不可追悔).
Yang membuat pengakuan itu semakin mencengangkan adalah sosok yang mengucapkannya. Han Wudi merupakan kaisar dengan kekuasaan yang nyaris tak tertandingi –baik dalam pemerintahan maupun militer.
Namun, tatkala kebijakannya menjadikan rakyat sengsara, jarinya justru diarahkan kepada dirinya sendiri, bukan kepada siapapun di luarnya, sebagai biang keladi.
BACA JUGA:PECINAN: Tan Zhe, Min Zhi Zei Ye, Korupsi Setara Merampok
BACA JUGA:PECINAN: She Mi Zhi Shi, Wei Wang Zhi Jian, Negara Hancur karena Pemborosan Merajalela
Pengakuan tersebut tidak berhenti sebagai penyesalan belaka. Han Wudi kemudian mengubah arah kebijakannya: dari ambisi militer menuju pemulihan ekonomi rakyat.
"Maklumat pengakuan kesalahan diri" yang dikeluarkan Kaisar Song Huizong pada 1125 juga tak kalah keras dan dramatis.
Di sana, kaisar kedelapan Dinasti Song yang terkenal buruk dalam mengelola negara ini mengakui, "Selama bertahun-tahun, ruang bagi kritik dan nasihat telah tersumbat. Akibatnya, orang-orang culas mendapat kesempatan untuk berkuasa, sedangkan mereka yang kompeten dan berintegritas justru difitnah, digencet, dan dibuang. Orang-orang jahat memegang kendali, sementara urusan pemerintahan semakin kacau. Penyakit ini telah mengakar terlalu lama" (多年来言路闭塞,导致小人得志,贤良之士遭陷贬谪,奸邪掌权,朝政紊乱,痼疾日久).