Sebab, pendidikan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mencapai dirinya, tetapi juga seberapa besar manfaat yang mampu ia berikan kepada orang lain.
Saatnya Madrasah Mengambil Peran
Indonesia sedang membutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Bonus demografi, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan dunia kerja, dan persaingan global menuntut pendidikan yang makin berkualitas. Madrasah tidak boleh hanya menjadi penonton. Madrasah harus menjadi bagian dari solusi.
Kurikulum harus relevan dengan zaman. Guru harus terus meningkatkan kompetensi. Teknologi harus dimanfaatkan secara bijak. Bahasa asing perlu diperkuat. Literasi dan numerasi harus menjadi perhatian. Sains dan teknologi harus berkembang. Namun, semua itu tetap dibangun di atas fondasi iman, akhlak, dan nilai-nilai kebangsaan.
Dengan demikian, lulusan madrasah tidak hanya mampu menjawab soal ujian, tetapi juga mampu menjawab persoalan kehidupan. Mereka bukan sekadar pencari pekerjaan, melainkan juga pencipta solusi. Bukan hanya pengguna teknologi, melainkan juga pencipta inovasi. Tidak hanya hafal nilai-nilai agama, tetapi juga mampu menghadirkannya dalam kehidupan nyata.
Dari Sorak Stadion Menuju Ruang Kelas
Mungkin inilah makna paling sederhana dari euforia sepak bola Indonesia. Ketika masyarakat bersorak melihat anak-anak bangsa mengenakan jersey Merah Putih, sebenarnya kita sedang melihat gambaran kecil tentang apa yang bisa dilakukan Indonesia ketika potensi manusia dibina dengan serius.
Maka, setelah sorak kemenangan di stadion mereda, semangatnya perlu diteruskan ke sekolah dan madrasah. Para guru kembali ke kelas dengan semangat baru. Para siswa kembali belajar dengan cita-cita yang lebih tinggi. Para kepala madrasah kembali menyusun strategi pengembangan lembaga. Pun, orang tua kembali memberikan dukungan terbaik kepada anak-anaknya.
Sebab, Indonesia tidak hanya membutuhkan pemain sepak bola yang hebat. Indonesia juga membutuhkan dokter yang berintegritas, insinyur yang inovatif, ilmuwan yang tekun, guru yang inspiratif, pengusaha yang jujur, pemimpin yang amanah, teknolog yang beretika, dan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap bangsanya.
Sebagian dari mereka bisa lahir dari madrasah. Karena itu, mari jadikan prestasi sepak bola Indonesia sebagai inspirasi untuk memperkuat ikhtiar pendidikan.
Indonesia Menang, Madrasah Menang
Bukan sekadar slogan, melainkan juga sebuah ajakan agar setiap madrasah berani meningkatkan kualitas, setiap guru berani meningkatkan kompetensi, dan setiap siswa berani mengembangkan potensi terbaiknya.
Sebab, ketika anak-anak madrasah tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, berprestasi, dan bermanfaat bagi masyarakat, sesungguhnya mereka sedang menulis bagian penting dari masa depan Indonesia.
Dari lapangan hijau kita belajar tentang perjuangan. Dari madrasah kita menyiapkan generasi yang akan melanjutkan perjuangan itu. Dan mungkin, suatu hari nanti, salah seorang anak yang mengangkat trofi untuk Indonesia di panggung dunia adalah anak yang hari ini sedang duduk belajar di bangku madrasah. (*)
*) M.R. Warang Agung adalah kepala Madrasah Aliyah Tahfidzul Qur’an Al Uswah, Banyuwangi.