Malang dan Blitar Rebut Emas Downhill

Malang dan Blitar Rebut Emas Downhill

AKSI Nilna Murni Ningtyas (Kota Malang) ketika menaklukkan lintasan downhill sepanjang 1,5 kilometer di Rembangan, Jember.-Prasetyo/KONI Jatim-

JEMBER, DISWAY - Dua medali emas terakhir dari cabang olahraga balap sepeda nomor downhill (DHI) dibawa pulang Kota Malang dan Kota Blitar. Nilna Murni Ningtyas mempersembahkan medali emas untuk Malang di DHI putri di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII 2022. Capaian itu sekaligus mempertahankan emas yang dia dapatkan di Porprov VI 2019. Sementara itu, Ahmad Nasywa Ridhodhin merebut emas untuk Blitar melalui nomor DHI putra.

Sebagai peraih emas di Porprov VI 2019, Nilna menjadi unggulan teratas di nomor DHI putri. Predikat tersebut dibuktikan dengan performa ciamik di lintasan DHI di Rembangan, Jember. Nilna menuntaskan rute sepanjang 1,5 kilometer itu dalam waktu 2 menit 27,475 detik. Catatan waktu tersebut lebih cepat daripada babak seeding run. Kala itu dia mencatatkan waktu 2 menit 39,354.

Andhien Rahmadhani asal Kota Batu mendapat medali perak setelah finis kedua dengan catatan waktu 2 menit 34,976 detik. Sementara itu, peringkat ketiga menjadi milik Putri Ayu Andini asal Banyuwangi. Dia membukukan waktu 2 menit 36,549 detik. Saya bersyukur karena balapan ini aman dan lancar. Sehingga catatan waktu dari seeding run ke final bisa lebih baik. Saya pun bisa mempertahankan medali emas yang diperoleh di Porprov VI, ucapnya.

Pembalap 17 tahun itu mengungkapkan intens berlatih selama dua tahun terakhir untuk mempertahankan dominasinya. Setelah ini, Nilna akan bergeser ke Lumajang dan dijadwalkan turun di nomor BMX. Targetnya masih sama, yakni mempertahankan medali emas yang sudah diraih di Porprov VI 2019. Rival terkuat saya adalah diri sendiri. Sebab, saya harus mengalahkan ego untuk menjadi juara, ujar siswi SMA Ibnu Sina, Kota Malang, tersebut.

Sementara itu, Ahmad Nasywa Ridhodhin membuat kejutan di nomor DHI putra. Rider 15 tahun asal Kota Blitar tersebut menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 2 menit 10,339 detik. Nasywa jauh lebih cepat daripada babak seeding run. Saat itu ia menorehkan catatan waktu 2 menit 34,344 detik. Saya sempat crash saat seeding run. Sehingga catatan waktunya kurang bagus, ungkap Nasywa.

Medali perak di DHI putra diamankan pembalap asal Lumajang M. Efril Abu Maulansyah dengan catatan waktu 2 menit 11,106 detik. Sedangkan medali perunggu menjadi milik Bhisma Aditya Wahyudi asal Banyuwangi dengan catatan waktu 2 menit 11,193 detik. Sebenarnya saya hanya ditarget podium. Alhamdulillah bisa meraih emas, ucap siswa SMPN 3 Kota Blitar itu.

Nomor downhill menjadi event balap sepeda terakhir yang dilombakan di disiplin sepeda gunung (MTB) di Jember. Berikutnya, balap sepeda dilanjutkan dengan balapan di nomor road dan BMX di Lumajang mulai Kamis (30/6) besok. Sejauh ini, Lumajang telah mendapatkan dua emas dari balap sepeda. Tulungagung, Kota Malang, dan Kota Blitar masing-masing meraih satu emas. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: