Prabowo (Lagi)

Prabowo (Lagi)

-Ilustrasi: Reza Alfian Maulana-Harian Disway-

Katakan nanti Prabowo-Muhaimin. Masalahnya, saat ini NU tidak full speed di belakang Muhaimin. Beberapa kali Muhaimin terlibat ”perang terbuka” dengan Ketum NU Yahya Cholil Staquf. 

Muhaimin juga masih berseberangan dengan para pendukung fanatik Gus Dur. Termasuk dengan Yenny Wahid. Andai duet itu berlanjut, tentu perlu kerja superkeras untuk meyakinkan mayoritas NU. 

Yang paling penting, apakah Prabowo bisa meraih restu Jokowi. Bila Jokowi memberikan dukungan, bisa mengeklaim diri kelanjutan petahana.

Prabowo sangat penting mendapat dukungan Jokowi. Prabowo harus mencari pengganti suara pendukungnya pada 2019 yang bakal ”hengkang”. Kelompok simpatisan 212, FPI, dan aliansi beberapa kelompok Islam (non-NU) bakal berpisah dengan Prabowo. Separuh pendukung Prabowo dari mereka.

Dulu mereka mendukung Prabowo karena berseberangan dengan kelompok Jokowi. Intinya, mereka bukan pendukung Prabowo.

Eggi Sudjana, tokoh Islam yang dulu pendukung Prabowo, sudah memberikan isyarat tak lagi mendukung  Prabowo. ”Ia tak butuh saya,” ujar Eggi.

Keputusan Prabowo yang bergabung dengan kabinet Jokowi tentu menimbulkan konsekuensi akan kehilangan dukungan dari kelompok yang anti-Jokowi.

Karena itu, Prabowo sangat penting mencari suara pengganti dari pendukung Jokowi.

Untuk memenangkan pilpres, harus juga menang di dua provinsi dari tiga provinsi besar di Jawa (Jabar, Jateng, Jatim).

Jokowi, setiap menang, selalu unggul di dua di antara tiga provinsi itu. Unggul di Jateng dan Jatim. Prabowo yang dua kali dikalahkan Prabowo hanya unggul di Jabar.

Apakah nanti Prabowo menang di Jabar? Nanti dulu, di provinsi itu siapa saja bisa menang. Di sana Demokrat pernah menang. Golkar pernah. PAN juga pernah. Pendukung yang hengkang pun bisa menang. Kalau Anies Baswedan maju, Prabowo bakal mendapat lawan berat di Jabar.

Lain halnya dengan Jateng dan Jatim. Dua provinsi itu sudah ada ”penghuni”-nya. Jateng milik merah. Punya PDIP dan Jokowi di Jateng. 

Jatim punya merah dan hijau. PDIP serta PKB dan NU. Jokowi juga berpengaruh besar.

Karena itu, agar menang, Prabowo harus bisa mendapat dukungan Jokowi. Bisa merayu Jokowi. 

Sementara itu, Jokowi hingga kini masih senyum-senyum saja. Bisa jadi dukung Puan Maharani, bisa juga Erick Tohir, juga ada Airlangga Hartarto. Tentu juga ada Ganjar Pranowo. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: